Anak Asuh Derita Penyakit Langka

0
1138
PELUK: Hj.Wahyu Andradjati memeluk Siti yang menderita penyakit langka saat dirawat di RS Johor Malaysia.F-ISTIMEWA

Kisah Ummi, Penjaga Yatim Piatu 

Kasih ibu sepanjang masa. Pepatah tersebut tampak nyata dari perlakuan salah seorang pengasuh panti asuhan dalam membesarkan anak-anak yatim piatu.

Tanjungpinang – Bahkan ketika anak yatim asuhannya sakit dan menderita, dia rela menukar nyawa demi kesembuhan, canda dan tawa anak yatim itu. Adalah Hj.Wahyu Andradjati atau kerap disapa Ummi, penggagas sekaligus pengurus Panti Asuhan Ummi Al-Fitrah Jl. Sidorejo Gg. Klp. Gading No.47, Sei Jang, Bukit Bestari, Tanjungpinang yang ikhlas merawat puluhan anak-anak yatim piatu meski tidak ada kaitan darah dengannya.

Dalam perjalanannya menjaga amanah Tuhan di payung panti asuhan, ragam ujian dan cobaan sudah di alaminya, dari mulai tukar ganti kontrakan panti asuhan, hingga musibah kebakaran beberapa tahun silam.

Baca Juga :  Gubernur Ajak Warga Rutin Diskusi Pembangunan

Kini, Ummi di usianya yang sudah tidak muda lagi masih harus menanggung cobaan dan kesedihan. ”Ummi sudah hampir tiga bulan pulang pergi ke Johor untuk merawat anak-anak yang sakit,” ujarnya membuka percakapan.

Dari pantauan awak media, memang ada dua orang anak yang sedang menjalani perawatan intensif di negara tetangga. Ada Azizah yang sedang menjalani masa pemulihan tangannya dengan luka bakar akut.

”Ummi kumpul uang sudah 3 tahun untuk biaya berobat tangan Azizah. Ada pelat besi yang terpasang di tangannya, dan sekarang ingin dibuka,” ceritanya.

Sementara Siti, sahabat sebaya Azizah harus menelan kenyataan yang tidak mungkin bisa ditanggung oleh orang seusianya, bahkan bagi kalangan dewasa sekalipun. Penderitaan Siti terasa sangat hebat.

Baca Juga :  PNS Jangan Berpihak ke Calon Tertentu

Bukan luka bakar atau flu dan panas tinggi. Sepintas Siti tampak baik-baik saja. Wajah cantik itu tampak letih dengan kantung mata yang semakin pekat bergantung, cukup menandakan bahwa Siti kurang tidur.

Tubuhnya tanpa cacat itu ternyata menyimpan penyakit langka. ”Kata dokter, vonisnya sama dengan penyakit yang diderita Almarhum Olga,” kata Ummi menyebut nama salah satu artis humor Indonesia.

Satu tahun adalah batas usia yang diprediksi dokter kepada Siti untuk menikmati kehidupan dengan usianya yang masih jauh dari kata matang.

”Kalaulah bisa ditukar dengan nyawa Ummi, ingin sekali rasanya Ummi tukar. Tidak sampai hati jika harus kehilangan Siti. Ya Allah… turunkanlah mukjizatmu,” kata-kata itu keluar serentak dengan derasnya airmata pensiunan pejabat salah satu bank swasta ini.

Baca Juga :  Izin Selesai, Amfibi Masuk Pulau Bawah

Saat vonis dokter melekat kepada Siti, menjadi kado pahit karena merupakan momen bertambahnya usia bagi Ayu, Umminya anak-anak panti Al-Fitrah.

”Ummi yakin, di setiap kesulitan pasti ada kemudahan, di setiap sakit tentu ada sembuhnya juga. Saat ini, yang ada dalam setiap doa Ummi hanyalah sebuah keinginan kembalinya senyum, canda dan tawa kepada adik-adikmu Siti dan Azizah,” paparnya sembari menyeka airmata.(YOAN S NUGRAHA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here