Anak Bintan Ciptakan Amiga, Bupati Kukuhkan Posyantek Desa

0
654
PESERTA lomba TTG asal Bintan Utra Raden Syahputra menjelaskan tentang alat dan produk Amiga kepada bupati, sekda dan Kadis PMD Ronny Kartika, di GOR Demang Lebar Daun Kijang, Rabu (2/5) kemarin. f-yendi/tanjungpinang pos

Dinas PMD Gelar Lomba Teknologi Tepat Guna 2018

KIJANG – 27 peserta mempromosikan peralatan dan produk teknologi sederhana, pada saat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) menggelar lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tahun 2018, di GOR Demang Lebar Daun Kijang, Rabu (2/5) kemarin. Bupati Bintan H Apri Sujadi dan Sekda Adi Prihantara kagum, ketika anak Bintan menciptakan bahan Amiga dari daur ulang sampah, sebagai alternatif pengganti minyak dan gas.

Usai memperingati Hardiknas 2018 di relief Antam Kijang, Bupati Bintan H Apri Sujadi dan rombongan pejabat menuju GOR Demang Lebar Daun. Di dalam gedung ini, bupati mengukuhkan tim pengelola Pos Pelayanan Tekhnologi (Posyantek) pemerintah desa. Posyantek ini dibentuk Dinas PMD Bintan, atas dasar Peraturan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi nomor 23/2007, tentang Pengembangan dan Penerapan Tekhnologi Tepat Guna dalam pengelolaan Sumber Alam Desa.

Di dalam ruangan yang dihadiri Ketua PKK Bintan Hj Deby Maryanti Apri, juga dilakukan dialog interaktif serta pemberian hadiah bagi yang bisa menjawab kuis. Berselang satu jam, rombongan meninjau hasil karya anak negeri, baik berupa peralatan maupun bahan.

Baca Juga :  Insentif Imam dan Guru Ngaji Cair

Rombongan pejabat tertegun (berdiri diam) ketika menghampiri meja milik Raden Syahputra, peserta lomba TTG asal Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara. Di meja itu terlihat bahan yang siap dibakar berada di atas kompor, yang dirakit secara sederhana.

”Ini namanya Amiga, diambil dari kata alternatif minyak dan gas. Dengan bahan ini, kita bisa menghasilkan energi baru, sebagai pengganti minyak dan gas,” kata Raden.

Raden pun menjelaskan, Amiga terbuat dari daur ulang sampah organik rumah tangga, yang dicampur dari limbah B3 pemakaian batu bara hasil olahan PLTU Galang Batang. Amiga berbentuk bulat seukuran kelereng, bisa menghasilkan lidah api selama 10 menit. Kemudian, arangnya bisa mencapai 12 menit.

Baca Juga :  HUT Ke-74, Polisi Bintan Ramai-ramai Donor Darah

Sedangkan Amiga berbentuk segiempat seukuran 3×4 cm setinggi 5 mmm, bisa menghasilkan lidah api lebih dari 15 menit, dan arang yang mencapai 30 menit. Amiga ini akan menghasilkan panas, dan bisa digunakan untuk alat menanak nasi sebagai pengganti kompor listrik atau magic jar.

”Amiga ini kami ciptakan, untuk dimanfaatkan keperluan rumah tangga seperti memasak. Inovasi ini berasal dari pengolahan limbah B3 batu bara dengan pencampuran daur ulang limbah organik rumah tangga. Inovasi ini, sudah kami bawa dan uji laboratorium di Balai Tekhnik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I Batam. Dan hasilnya, inovasi ini baik dan ramah lingkungan,” jelas Raden.

Kepala Dinas PMD Bintan Ronny Kartika menuturkan, lomba TTG tingkat Kabupaten Bintan diselenggarakan selama 2 hari. Para pemenang lomba akan mewakili Bintan ke lomba TTG tingkat Provinsi Kepri. Bagi tiga pemenang lomba TTG, Dinas PMD akan memfasilitasi pembuatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), atau Hak Paten terhadap temuan alat teknologi tepat guna ini.

Baca Juga :  Pemuda Tanjunguban Kunjungi Kapal Perang

”Pemenang pertama akan diberikan hadiah Rp 7 juta, juara kedua Rp 5 juta, juara ketiga Rp 3 juta, harapan I diberikan Rp 2 juta, harapan II Rp 1,5 juta, dan rangking 6 sampai dengan 12 akan menerima uang sagu hati,” sebur Ronny Kartika.

Bupati Bintan H Apri Sujadi, meminta agar peserta lomba terus memberikan inovasi dan kreativitas bagi membangun daerah. Hasil karya yang ditampilkan, menunjukkan bahwa Kabupaten Bintan memiliki SDM yang berkualitas.

”Dan kita harapkan, lomba TTG ini, mampu menghasilkan sesuatu yang bisa berguna bagi pembangunan dan kemajuan daerah,” ujar H Apri Sujadi. (fre)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here