Anak dan Warnet Harus Diawasi

0
515
petrus m sitohang

TANJUNGPINANG – Anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang yang membidangi pendidikan, Petrus M Sitohang mengatakan, warnet tidak bisa disalahkan jika watak siswa berubah jadi nakal.

Meski demikian, bukan berarti warnet tidak diawasi. Namun, orangtua harus mengawasi anaknya, demikian juga Satpol PP atau pemda harus mengawasi warnet.

”Kita harus sama-sama sadar, tidak boleh menyalahkan satu pihak saja. Pihak warnet harus diwasi, tak bisa disalahkan begitu saja. Namun, orangtua juga harus sadar. Apabila sampai larut malam anak tidak pulang, apakah pihak warnet yang disalahkan? Kan tidak boleh begitu, sama-sama kita awasi,” ujar Petrus menanggapi status darurat kasus anak yang ditetapkan di Tanjungpinang.

Politisi PDI Perjuangan Kota Tanjungpinang ini menjelaskan, jika dihitung waktu siswa di sekolah hanya tujuh jam yakni mulai pukul 07.00 hingga pukul 14.00 WIB. Sisanya, siswa dalam pengawasan orangtuanya masing-masing. Setelah pulang sekolah, tentu anak harus pulang ke rumah. Apabila ada kegiatan di sekolah, maka sebaiknya guru kelas yang memberitahukan kepada orangtua, sehingga orangtua tidak kecarian.

Apabila anak pulang ke rumah lalu keluar lagi, maka harus pamit pada orangtuanya dan memberitahukan urusan apa harus keluar rumah.

”Jika memang mau ke warnet, orangtua harus bertanya untuk apa? Memangnya tugas apa yang harus dicari di warnet. Meski pun harus diberi izin ke warnet batasi berapa jam di warnet. Jangan suka-suka si anak,” jelasnya.

Dan pengelola warnet juga harus sama-sama menjaga. Jangan biarkan anak-anak sekolah sampai larut malam apalagi hanya main game atau menonton hal-hal yang negatif.

Apabila orangtua punya waktu, maka sebaiknya dampingi anak ke warnet. Itu lebih baik agar tidak was-was. Karena anak-anak yang dengan bebas mengeksplor dunia maya akan kena dampak negatif.

Petrus sendiri tidak pernah memberi izin kepada anaknya jika minta ke warnet. ”Sekarang anak saya sudah kuliah. Selama sekolah tak pernah saya perbolehkan ke warnet. Buktinya lulus juga. Lalu apa gunanya anak-anak harus ke warnet,” tanya dia lagi.

Ia juga meminta agar Dinas Pendidikan Pemko Tanjungpinang membuat satu prosedur bagaimana menangani karakter anak yang menyimpang atau nakal di sekolah.

Petrus juga prihatin dengan kondisi kawula muda di Tanjungpinang karena munculnya informasi siswa yang berkencan di warnet dan kepada Satpol PP mengaku sudah berhubungan badan beberapa kali.

Kejadian ini benar-benar membuat orangtua sangat terpukul. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here