Anak Hinterland Raih Cumlaude

0
164
JOHAN (kiri) dan istrinya Maryani saat mendampingi putrinya Ratna (kedua dari kanan) saat wisuda sarjana ke-XII Kampus UMRAH Tanjungpinang beserta anak keduanya yang masih sekolah SMP bernama Azuwan. f-istimewa

Mahasiswa UMRAH yang Hobi Menulis dan Desain

Ratna telah membuktikan bahwa anak pesisir bisa bersaing dengan anak kota. Meski serba terbatas, namun anak hinterland bisa lulus dengan IPK cumlaude.

TANJUNGPINANG – RASA bangga dan senang yang tak terhingga dirasakan Johan (48) dan istrinya Maryani (43) yang merupakan warga Pulau Karas, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Sebab, anak pertama mereka Ratna yang telah berhasil lulus dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang meraih prestasi gemilang sebagai lulusan terbaik tingkat universitas.

Ratna sebelumnya kuliah di UMRAH di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Prodi Pendidikan Bahasa Inggris.

Ia pun berhasil meraih nilai A pada tugas akhirnya (Skripsi) dengan IPK 3.93. Dengan apa yang diraihnya tersebut, ia pun merasa bersyukur karena niatnya terkabul untuk membanggakan kedua orangtuanya yang bekerja sebagai nelayan tradisional Pulau Karas.

Kepada Tanjungpinang Pos, Ratna mengungkapkan ia menulis skripsi berjudul ‘The Influence of Using Smaricalition Poster on Students Motivation and Writing Skill at 11th Grade of SMA Negeri 2 Tanjungpinang’.

Mengapa menuliskan skripsi terkait judul itu, Ratna menjelaskan, karena ia tertarik dengan 3 hal. Pertama adalah, memang karena dirinya suka menulis (writing) dan harapannya ke depan bisa menjadi penulis yang hebat suatu saat nanti.

Kedua, ia melihat anak-anak di SMA Negeri 2 pada saat itu agak kurang motivasi dalam menulis.

Karena banyak dari mereka menganggap menulis itu sulit. Padahal, menurut Ratna menulis itu sangat menyenangkan sekali.

”Nah, dari sini saya mulai merasa penasaran untuk menemukan beberapa hal agar dapat memberikan motivasi lebih kepada anak-anak tersebut untuk menulis. Terakhir adalah, karena saya suka desain (design). Makanya saya menggunakan media Smaricalition Poster, yang saya desain sendiri untuk mengajar anak-anak menulis,” jelas Ratna yang kini juga menjadi tenaga pengajar di Sekolah Maitreyawira Tanjungpinang.

Pada saat penulisan skripsi itu, dua dosen yang berjasa membimbingnya yakni Ma’am Rona Elfiza, M.Pd dan Mr. Erwin Pohan, M.Pd.

Selama berjuang menyusun skripsi, pastinya ada beberapa kesulitan yang dihadapi. Namun, masih bisa diatasi dengan baik.

”Kesulitan itu saya dapatkan ketika proses penyusunan angket motivasi yang mensyaratkan proses validasi berulang-ulang. Alhamdulillah, semua terlewati dengan usaha dan kemudahan yang diberikan Allah Swt,” kenang Ratna yang memiliki adik laki-laki masih duduk di bangku SMP kelas 1 di Pulau Karas bernama Azuwan (13).

Hasil dari usahanya yang memperoleh predikat Cumlaude memang menjadi targetnya sejak awal masuk kuliah. Karena sesuai niatnya, target itu untuk membuat kedua orangtuanya bangga dan bahagia.

”Saya selalu berusaha dan berdoa untuk itu. Tapi, untuk hasil akhirnya saya kembali bertawakal. Saya sangat senang. Apalagi ketika melihat wajah terharu dan bahagia ibu dan bapak saya ketika maju bersama saya untuk menerima penghargaan. Itu merupakan kebahagiaan yang luar biasa, terima kasih Allah,” ungkapnya.

Tak lupa ia pun mengucapkan terima kasih yang paling utama untuk kedua orangtuanya. Sebab, lanjut Ratna, kedua orangtuanya merupakan motivasi terbesar untuk meraih sukses.

”Senyum dan kebahagiaan beliau berdua, yang ingin selalu saya buat. Selanjutnya, saya juga ingin berterima kasih kepada bapak/ibu dosen yang selama ini telah mengajar dan membimbing saya dalam melewati kehidupan akademik di Kampus UMRAH tercinta,” bebernya.

”Terimakasih juga atas dukungan dari kawan-kawan seperjuangan kelas C03 PBI angkatan 2015. Semoga kawan-kawan semua cepat menyusul meraih toga,” katanya.

Pulau Karas adalah salah satu pulau kecil seluas kurang lebih 480 Ha yang secara administratif berada di kawasan geografi Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepri yang dikelilingi banyak pulau.

Pada wisuda sarjana ke-XI UMRAH September 2018 lalu, anak dari seorang nelayan juga menorehkan hasil yang sama yakni Cumlaude tingkat universitas.

Nama itu, Iwanto dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) dengan IPK 3,96. Iwanto merupakan anak dari pasangan bapak Ali dan Maryam. Ayahnya Ali merupakan nelayan di Pulau Tanjungbalai Kecil di Kabupaten Karimun. (ADLY ‘BARA’ HANANI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here