Anak Lahir Langsung Dapat Akta

0
180
H Syahrul, Hj Rahma, Irianto menyaksikan penandatanganan dukungan sistem kependukan dan pencatatan si pil Tanjungpinang yang dilakukan pihak kecamatan di Hotel Bintan Plaza Tanjungpinang, Rabu (18/9). f-ist/humas pemko tanjungpinang
Warga patut bersyukur atas layanan yang telah diberikan pemerintah. Khususnya bagi pasangan suami isteri yang baru saja mendapat momongan. Begitu lahir, Pemko mengeluarkan akta lahirnya.

TANJUNGPINANG – Bahkan, ibu hamil mulai bulan pertama memeriksakan kehamilannya sudah dicatat. Artinya datanya sudah ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk Capil) setempat.

Warga juga bisa mencetak akta kelahiran secara online khusus diberlakukan untuk anak yang baru lahir dengan batas maksimal 60 hari. Lebih dari waktu yang ditentukan, pemohon tidak dapat menggunakan cetak langsung atau harus ke kantor mengurus seperti biasa. Akta yang di cetak warga hanya copian saja, aslinya tetap diambil di kantor Disdukcapil Tanjungpinang. Ini memudahkan agar tidak antre.

Hal ini diungkapkan Walikota Tanjungpinang, H Syahrul usai membuka Sosialisasi Kebijakan Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Hotel Bintan Plaza Tanjungpinang, Rabu (18/9).

Acara tersebut mendatangkan dua narasumber dari Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri. Sedangkan peserta ada 150 orang. Dari Ikatan Bidan Indonesia (IDI) Tanjungpinang, bidan swasta, bidan klinik, pihak kelurahan, kecamatan, bahkan rumah sakit, termasuk puskesmas.

Kata H Syahrul, dengan perkembangan zaman, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Diantaranya pelayanan catatan sipil. Pemerintah terus melakukan pembaruan pelayanan.

Setiap ibu hamil, harus memeriksakan kesehatan bayi dan ibunya, bulan pertama memeriksakan sudah dicatat. Namanya, tercatat di Dinas Kesehatan dan Disdukcapil. Artinya datanya sudah ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disduk Capil) setempat.

”Jadi, saat bayinya lahirnya, aktanya juga dicetak oleh pemerintah, melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,” kata Wako.

Wako juga menjelaskan, pelayanan sudah online, cetak akta dirumah bisa. Kemudian, diserahkan ke Disdukcapil untuk ditandatangani. Namun, bagi masyarakat yang tidak mau memanfaatkan sistem online, pelayanan lainnya yang ada di Disduk Capil tetap berjalan seperti biasa.

”Semua sudah terkoneksi. Bidan swasta, bidan berstastus negeri, jadi kalau ada masyarakat yang melahirkan, langsung terdata,” ujarnya.

Kata Syahrul, tidak ada alasan lagi masyarakat tidak mengurus akta kelahiran buah hatinya. Pemerintah terus memberikan kemudanan dan pelayanan yang prima. Akta sangat penting. Digunakan saat masuk sekolah, perguruan tinggi bahkan saat ingin menjadi abdi negara, baik ingin menjadi pegawai negeri, TNI, Polri dan pekerjaan lainnya.

”Disdukcapil juga sudah mengsosialisasikan hal tersebut ke tingkat kelurahan, kecamatan bahkan kelurahan meminta kepada RT/RW untuk mengsosialisasikan hal itu,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Irianto menambahkan, agar program berjalan maksimal, diharapkan stakeholder bisa bekerjasama dengan baik.

Terkait syarat membuat akta kelahiran, dituturkannya setelah mendapat surat keterangan kelahiran dari rumah sakit, dokter atau bidan persalinan. Selain itu, pemohon diminta menyiapkan fotokopi akta nikah orangtua, fotokopi KTP dan fotokopi Kartu Keluarga (KK).

Setelah itu, pemohon men scan dan meng-upload melalui aplikasi berbasis web di situs http://dukcapil.kemendagri.go.id.

Setelah di-upload, berkas akan diverifikasi oleh petugas Dispendukcapil. Jika sudah diverifikasi, pemohon dapat mencetak sendiri surat keterangan lahir sendiri menggunakan printer.

Cetaknya menggunakan kertas HVS dan sudah terlampir barcode serta tanda tangan digital dari Kadisdukcapil.

Akta yang dicetak pemohon masih bentuk fotocopian, jika mengambil yang asli harus mendatangi Kantor Disdukcapil Kota Tanjungpinang nantinya.

Disinggung mengenai layanan jemput bola, ia mengaku sudah menerapkan. Khususnya pembuatan akta kelahiran bagi bayi baru lahir maupun pembuatan KIA bagi anak di bawah 17 tahun.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit maupun klinik persalinanan mengingatkan orangtua melengkapi syarat-syarat diminta.

”Kita terus memberikan kemudahan untuk mendapatkan akta lahir,” ujarnya.

Begitu juga dengan pembuatan KIA, ia menuturkan sudah jemput bola. Petugas dari Disdukcapil mengambil data dari setiap sekolah dan setelah siap mencetak kembali menyerahkan.

”Jadi kini anak-anak cukup membawa syarat-syarat ke sekolah saja,” tuturnya.

Ditempat terpisah, Kepala Dinkes Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Tanjungpinang, Rustam mengatakan, program tersebut sudah diselaraskan dengan program Dinas Kesehatan.

Jadi, sejak kontak pertama dengan pelayanan kesehatan ibu hamil itu sudah mulai dilakukan pencatatan. Ini terus kita lakukan. (ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here