Anak Pinang Berjaya di One Pride MMA

1
1155
BERKUMPUL: Atlet MMA Tanjungpinang merayakan kemenangan di kedai kopi Bintancentre, Selasa (5/12). f-istimewa

TANJUNGPINANG – Tiga anak Tanjungpinang berjaya di event One Pride MMA yang digelar salah satu tv swasta nasional. One Pride MMA adalah sebuah gelar kompetisi seni bela diri campuran di Indonesia.

Acara ini dibuat lewat kerja sama swasta dengan Komite Olahraga Beladiri Indonesia. Ketiga anak Tanjungpinang itu, yakni Waliie Teo, Firmansyah dan Andi Riawan. Mereka bergabung di Wallie Teo Fighter Camp (WTFC) Tanjungpinang yang berlokasi Jalan Tambak Pelantar Datuk, Tanjungpinang. Pada gelaran MMA paling bergengsi 2 Desember kemarin, di Britama Arena Jakarta kemarin,WTFC juga mengikutsertakan dua orang fighter yaitu Waliie Teo di kelas Feather Weight dan Firmansyah di kelas Light Weight.

Hasil memuaskan ditorehkan oleh Firmansyah yang bertemu dengan Zainal Abidin dari Bekasi. Firmansyah berhasil memenangkan pertandingan dengan TKO di ronde kedua, sehingga meraih medali emas di pertandingan debutnya pada One Pride MMA Tv One.

Sedangkan kabar kurang mengenakkan dari fighter WTFC lainnya,Waliie Teo yang pernah mendapatkan medali emas di pagelaran One Pride sebelumnya, harus kecewa karena dengan hasil yang didapat, itu dikarenakan terjadinya accident pada saat pertarungan sedang berlangsung. Waliie Teo yang saat itu berhadapan dengan Ahmad Abdirahman dari Bogor mengalami cedera di pergelangan kaki dikarenakan kakinya terjepit diantara matras dan pagar pembatas pertandingan. Sehingga wasit harus menghentikan pertandingan.

Pada gelaran Aerpoetih MMA Tournament, 3 Desember 2017 di Harbour Bay Mall Batam, WTFC (Waliie Teo Fighter Camp) mengirimkan 2 orang fighter yaitu Andi Riawan di kelas 70 kg dan Aswin Obek di kelas 52 kg.

Di pagelaran tersebut para fighter asal Tanjungpinang yang turun semua meraih medali emas. Andi Riawan mengalahkan Franda dari Fitcore camp dengan kemenangan TKO di ronde 1.

Sedangkan fighter WTFC lainnya yaitu Aswin Obenk mengalahkan fighter fitcore lainnya yaitu Saidina Ali dengan kemenangan telak hanya satu kali bantingan dalam waktu kurang dari 1 menit.

Waliie Teo mengaku, khusus pertandingan MMA di Batam, kedua atlet yang dikirimnya melakukan persiapan hanya 3-4 hari saja. Namun, ia yakin, atlet yang dipilih itu adalah orang-orang yang memang memiliki kualitas dan kemampuan yang dinilai sudah bisa untuk bertarung di atas ring. Sehingga, diharapkan dengan hasil yang memuaskan.

”Persiapan kita akui kurang, tetapi ada persiapan. Soalnya seminggu sebelum berangkat, kita baru latihan. Latihan full tekniknya itu 3-4 hari lah. Cuman mereka ini kita percaya, karena tekniknya memang sudah bagus, dan turnamen itu bukan merebut piala bergilir, tetapi semacam eksibisi,” ujarnya, kemarin.

Waliie Teo juga mengaku, WTFC Tanjungpinang terbentuk sejak 6 September 2017 lalu. Terbentuknya WTFC ini memiliki target yang memang tidak main-main. Mereka memiliki target agar setiap atlet yang dibinanya mampu bersaing dan bertanding di ajang nasional.

Bahkan, atlet-atlet yang bergabung di WTFC itu pun diprioritaskan untuk anak daerah asal Kepri. ”Tahun ini, kita ada 2 atlet main di One Pride, target kita memang ingin main di One Pride, makanya disini kita rangkul semua kalangan, yang dari Karate, Silat, Muay Thai, Boxing, Judo dan lainnya. Kita pengen, satu atlet itu bisa menguasai semua teknik,” ujarnya.

Meskipun sudah beberapa kali mengangkat dan mengharumkan nama Kota Tanjungpinang, ia berharap kita menjadi teladan bagi anak-anak muda di Kepri khususnya Kota Tanjungpinang agar mengisi hari-hari dengan karya dan prestasi. Walaupun olahraga MMA ini belum begitu populer di Tanjungpinang WTFC berusaha memperkenalkan, mengedukasi dan mengembangkan olahraga ini. (bas) 

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan ke Anakpinang Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here