Anak Punk Marak Menjelang Ramadan

0
386
Anak punk dan pengemis saat dirazia aparat kepolisiaan tahun lalu. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Menjelang Ramadan dan Idul Fitri ada tren peningkatan jumlah anak jalanan, anak punk dan pengemis berkeliaran di Kota Tanjungpinang. Untuk menghindari hal tersebut, Dinas Sosial bersama Satpol PP dan pihak terkait lainnya akan terus melakukan pengawasan dan melakukan razia. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tanjungpinang, Agustiawarman, baru-baru ini.

”Kita ingin agar anak punk dan pengemis tidak berkeliaran di jalan saat Ramadan dan jelang Idul Fitri mendatang,” kata Agustiawarman.

Dituturkannya, jika yang terjaring anak pengemis, anak punk di bawah 18 tahun, maka akan mendapat pembi kewenangan Satpol PP. Masih kata Agus, selama 2018, Dinsos Kota Tanjungpinang sudah tiga kali memulangkan anak punk. Diantaranya ke Pulau Jawa.

”Kami pulangkan lewat Batam kemarin. Mereka datang ke sini seperti melaksanakan tour dengan berkomunikasi anak punk di Tanjungpinang,” ujarnya.

Menurut data dimiliki Dinsos, ada tiga atau empat komunitas anak punk di Tanjungpinang. Mereka membentuk jejaring bahkan sampai ke luar daerah seperti Batam dan Jawa. ”Jadi anak punk dari luar datang ke Tanjungpinang juga diundang anak punk yang di sini (Tanjungpinang). Mereka semacam melakukan pertemuan untuk seru-seruan namun menganggu keindahan kawasan atau daerah,” tuturnya.

Agus menuturkan, saat ingin di pulangkan, para anak punk tidak mau dengan alasan tak menganggu. Hanya saja, kondisi mereka dan suka tidur di teras-teras toko membuat masyarakat risih. Bahkan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, karena sering berkeliaran hingga larut malam di jalan-jalan.

”Kita berharap selama Bulan Ramadan mereka tidak berkeliaran, bahkan bagi anak punk yang merayakan dapat menjalan dengan baik. Karena banyak juga anak punk dari keluarga mampu,” imbaunya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here