Anak Punk Masih Beraktivitas di Bincen

0
377

TANJUNGPINANG – SEJUMLAH anak punk masih beraktivitas di kawasan Bintancentre (Bincen), Tanjungpinang. Padahal sebelumnya, tim Satpol PP Tanjungpinang sudah menangkap dan memberikan pembinaan, belum lama ini.

Pantauan awak media ini, ada empat orang anak punk berkeliaran di kawasan Bincen, baru-baru ini. Aktivitas sehari-hari yang dilakukan mereka, adalah mengamen dari warung ke warung. Bahkan, sempat mengganggu pemandangan di beberapa traffic light.

Dendi, seorang warga Kelurahan Batu IX, berharap Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk segera menangkap anak punk tersebut. Agar perilaku dan penampilan anak punk tersebut, tidak cepat ditiru oleh anak Tanjungpinang. Baik dari segi pakaian yang digunakan anak punk. Termasuk menggunakan anting-anting yang digunakan di telinga, mulut dan hidung.

”Katanya, Satpol PP sudah amankan anak punk. Tapi, nyatanya masih juga ada. Tidak jelas juga kerjanya Satpol PP itu,” terang dia, kemarin.

Rusdi, warga Ganet sangat setuju anak punk ditangkap oleh aparat setempat. Satpol PP salah satunya. Namun, pria 24 tahun ini menyayangkan kinerja Satpol PP Kota Tanjungpinang, yang sia-sia. Pasalnya, masih ada anak punk berkeliaran di Tanjungpinang khususnya berada di Bincen.

”Jangan hanya tangkap, lalu dilepaskan lagi. Kasih hukuman, agar anak punk tersebut jera. Jika perlu dikembalikan ke daerah asalnya,” pinta Rusdi.

Untuk memberikan hukuman, hendaknya Satpol PP bekerja sama dengan aparat penegakan hukum, yaitu polisi. Agar Satpol PP tidak melanggar aturan yang ada. ”Sudah tanggap, Satpol PP kasikan anak punk itu ke polisi. Biar Pak Polisi yang penjarakan anak punk itu,” terang dia.

Hingga berita ini ditulis, Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang Efendi belum memberikan keterangan. Saat dikonfimasi oleh awak media ini, melalui handphone selulernya, tidak ada jawaban.

Sementara, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tanjungpinang Agustiawarman mengatakan, anak punk bukan ranah Dinas Sosial Kota Tanjungpinang. Alasannya, karena anak punk tersebut belum menjadi penyakit masyarakat dan belum meresahkan.

”Kalau dikategori anak, mereka tidak terima. Dia (anak punk, red) mengaku tidak meresahkan masyarakat. Dan dia tidak mau dibilang anak jalanan,” kata Agustiawarman, saat diwawancarai di sela upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di lapangan Pamedan Tanjungpinang, Rabu (2/5) kemarin.

Meski seperti itu, pihak Dinsos membuat satu tim bersama, yang melibatkan Polres, Kodim dan Satpol PP. Tim bersama ini terus mengawasi hingga memantau anak punk tersebut. ”Kita sudah pernah pulangkan anak punk ke daerah asalnya. Ada kita pulangkan anak punk ke daerah Jawa, dan masih banyak lagi. Nanti, kewenangan penindakan anak punk ada di pihak Polres bersama tim,” sebut dia.(ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here