Anak Putus Sekolah Dilatih

0
475
PEMBEKALAN: Siswa SMA Anambas saat mengikuti pembekalan wawasan kebangsaan, belum lama ini. F-INDRA GUNAWAN/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – SEBANYAK tujuh anak putus sekolah asal Anambas akan mengikuti pelati han pengembangan diri di Pekanbaru. Selama enam bulan, anak putus sekolah itu akan diberi keterampilan dan dibekali pengembangan diri. Tujuannya, untuk meningkatkan sumberdaya anak putus agar memiliki keterampilan khusus sehingga siap untuk bekerja usai mengikuti pelatihan.

Kepala Bidang (Kabid) rehabilitasi dan pemberdayaan jaminan sosial pada Dinas Sosial Dinas Sosial Pemkab Anambas Supriyadi mengatakan, pengiriman tujuh orang anak putus sekolah merupakan hasil pendataan sejak awal tahun 2017.
Pelatihan ini diketahui, sudah kesekian kalinya dilakukan bahkan sudah masuk angkatan ke-75 se Sumatera. ”Sebenarnya ada sepuluh anak, tetapi tiga diantaranya tidak bisa kami berangkatkan karena satu anak umurnya sudah melewati batas maksimal dan satu orang sudah dibawa pamannya bekerja di Batam,” jelas Supriyadi, kemarin.

Sementara, satu orang anak lagi tidak diizinkan oleh orangtuanya untuk diberangkatkan. Ia menjelaskan, program pelatihan itu dari Kementrian Sosial Republik Indonesia. Namun, proses pengiriman dan penjemputan dibebankan melalui APBD Kabupaten. Sejumlah persyaratan pun, harus dipenuhi bagi anak-anak yang akan dikirim ke Panti sosial di Pekanbaru ini.

Seperti batasan umur maksimal 18 tahun setelah pengiriman. Pengiriman anak putus sekolah ke panti sosial yang berada di Rumbai, Pekanbaru ini pun sebelumnya telah terjalin nota kesepahaman antara Pemkab Anambas dengan panti sosial dan diketahui merupakan milik Kementrian Sosial RI. ”Setelah anak-anak tersebut pulang ke Anambas. Dinas Sosial Pemkab Anambas akan membantu modal berupa peralatan pendukungnya. Misalnya, ketika dilatih di sana dia lebih condong ke perbengkelan, maka kami berikan modal alat bengkel,” terang Supriyadi.

Untuk tahun lalu, ada sembilan orang yang kami kirimkan ke sana. Saat ini, dari sembilan anak tersebut sudah kembali sekitar bulan Juni kemarin. ”Dari sembilan anak, tiga diantaranya telah mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.(INDRA GUNAWAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here