Anambas Punya Kuliner Khas Sendiri

0
321
WARGA saat melintas Jembatan Selayang Pandang dengan sepeda motor dan terlihat jalan diberikan rambu tanda mobil dilarang melintas karena rawan ambruk. F-INDRA GUNAWAN/tanjungpinang pos

ANAMBAS – Badan Penelitian Pengembangan dan Perencanaan Daerah (Balitbangpeda) terus menjalin kemitraan dengan stakeholder. Langkah tersebut dilakukan untuk membangun kemitraan sehingga terjadi pembangunan yang selaras bagi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA).

”Hari ini kita mengajak media untuk coffee morning, dan bersama membangun kemitraan dengan media. Sebelumnya, kita juga telah melaksanakan P3MD. Setelah ini dilanjutkan dengan stakeholder lainya seperti Baznas, perusahaan dan lainnya,” kata Adies Saputra, S.IP, M.Si, Plt Kepala Balitbangpeda, saat coffee morning di Kantor Balitbangpeda, kemarin.

Kepala Dinas termuda di KKA itu menyebutkan, sejatinya pembangunan yang terintegrasi tidak semata-mata hanya dilakukan oleh pemerintah. Namun, harus mendapatkan dukungan dari stakeholder yang ada.

Menurut dia, ada tiga hal yang diharapkan pihaknya dalam stakeholder meeting yang dilaksanakan Balitbangpeda dengan media saat ini salah satunya pemberitaan yang dilakukan mendukung perencanaan maupun proses evaluasi pembangunan.

”Media ikut serta dalam mempromosikan daerah, khususnya untuk mengeksplor tempat-tempat yang belum dikenal untuk dikenal secara luas hingga manca negara. Salah satu contoh adalah Pulau Busung, yang tak kalah indahnya dengan pulau Cinta di Gorontalo. Lalu gua di daerah Temburun, belum lagi air Terjun Air Bunyi, dan lainnya yang merupakan surga tersembunyi namun informasinya belum tersebar luaskan,” jelasnya.

Tidak hanya keindahan alam dan under water, lanjut Adies, namun Anambas juga memiliki kuliner khas yang mampu menggugah selerah seperti laksa dan sejumlah kue-kue lama yang nikmat dan punya citarasa tinggi.

Adies juga meminta kepada media, untuk memberikan pemberitaan yang edukatif bagi masyarakat maupun anak muda. Dengan letak geografis yang dipisahkan oleh pulau, sosialisasi yang dilakukan saat ini tidak masip kemasyarakat.

”Salah satu contoh adalah sampah yang masih dibuang ke laut. Dengan pemberitaan media mampu memberikan edukasi kepada masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, Adies juga sangat berharap kepada media untuk melakukan monitoring terhadap hasil pembangunan dengan jaringan yang dimiliki. ”Karena dengan monitoring media kemungkinan kita mendapatkan kesulitan di kemudian hari itu dapat diminimalisir,” terangnya. (end)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here