Anambas Tambah Tiga Kecamatan Baru

0
963

ANAMBAS – KINI Kabupaten Anambas memiliki 10 kecamatan, setelah resmi menambah tiga kecamatan baru. Penambahan itu telah disahkan melalui Rancancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pemekaran kecamatan yang resmi menjadi Perda.

Pengesahan itu digelar rapat paripurna yang berlangsung di kantor DPRD Anambas, Jumat (15/12). Menariknya, ruang rapat paripurna DPRD yang biasanya sepi menjadi ramai. Sebab, sejumlah masyarakat yang tergabung dalam tim pemekaran kecamatan datang menghadiri rapat pengesahan Perda.

Dengan disahkannya Ranperda pemekaran kecamatan tersebut, maka kecamatan di Anambas bertambah tiga kecamatan.

Sebelumnya, kecamatan di Anambas berjumlah 7 kecamatan antara lain Kecamatan Siantan, Kecamatan Siantan Selatan, Kecamatan Siantan Timur, Kecamatan Siantan Tengah, Kecamatan Palmatak, Kecamatan Jemaja serta Kecamatan Jemaja Timur.

Sedangkan, penambahan kecamatan baru antara lain yakni Kecamatan Kute Siantan dan Siantan Utara hasil Pemekaran Kecamatan Palmatak, untuk Kecamatan Jemaja Barat hasil pemekaran dari Kecamatan Jemaja.

Baca Juga :  Sering Rusak, Xpress Air akan Dievaluasi

Selain mengesahkan Ranperda Kecamatan menjadi Perda, juga dilaksanakan agenda lain yakni perubahan kedua atas perda nomor 2 tahun 2011 tentang Pajak Daerah.

Lainnya, juga dilakukan perubahan Perda No 9 tahun 2012 tentang Penempatan Tenaga Kerja Lokal.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) H Dhannun mengatakan, pembentukan kecamatan baru dilakukan untuk memperpendek rentang kendali pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, turut meningkatkan koordinasi pelayanan publik antara kecamatan kabupaten provinsi dan pusat.

”Sejatinya pemekaran wilayah itu dimungkinkan untuk menyelesaikan ketertinggalan pelayanan publik, yang syaratnya wilayah dan jumlah penduduk ,” kata H Dhannun pada rapat paripurna DPRD, Jumat (15/12).

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengakui, jika pemekaran kecamatan dilakukan sesuai dengan persyaratan maka tidak akan berhasil.

Baca Juga :  Jangan Curang di Pilpres Nanti

Untuk itu, lanjut H Dhannun, pihaknya menggunakan pasal 8 dan 9 UU No.23 tahun 2014 dengan mempertimbangkan pulau kecil dan pulau terluar.

”Pansus menggesa Ranperda menjadi Perda ini, sebelum adanya peraturan baru muncul yang membuat pemekaran menjadi terhambat,” tutur H Dhannun.

Ia juga mengungkapkan, pembahasan Ranperda menjadi Perda tersebut cukup panjang yang dimulai pada 24 Agustus 2017. Saat itu, Bupati Kabupaten Anambas menyerahkan Ranperda Ke DPRD untuk dibahas.

Kendati pembahasannya penuh dengan dinamika, namun akhirnya Perda tentang pemekaran kecamatan dapat disahkan menjadi Perda.

Untuk ibu kota Kecamatan sendiri, tambah Dhannun, Kecamatan Kute Siantan Ibu Kota kecamatannya Payakaman.

Untuk Kecamatan Siantan Utara Ibu Kotanya Mubur, dan Kecamatan Jemaja Barat Ibu Kotanya Impol.

Baca Juga :  Haripinto Janji Bantu Selesaikan Pemekaran

”Untuk Kecamatan Kute Siantan karena satu daratan dengan kecamatan Palmatak, maka Pansus ke Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau untuk menjadikan perbandingannya,” terang H Dhannun.

Empat fraksi yang ada di DPRD, kata dia, antara lain yakni Fraksi PBB, Fraksi PPP plus, PDIP plus serta Fraksi AKIR menyetujui disahkannya Ranperda menjadi Perda.

Bupati Kabupaten Anambas Abdul Haris SH mengatakan, akan segera mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pelayanan administrasi kecamatan baru nantinya.

”Kita akan mempersiapkannya baik itu dari segi pembangunan serta SDM nya kelak,” tutupnya. (INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here