Ancaman Nonmiliter di Lingkungan Generasi Muda

0
103
Dwi Vita Lestari Soehardi, M.Pd

Oleh : Dwi Vita Lestari Soehardi, M.Pd
Dosen STAI Miftahul ‘Ulum Tanjungpinang

Bangsa atau negara adalah kesatuan dari manusia-manusia beserta karakternya. Fenomena pada saat ini menunjukkan pudarnya karakter bangsa Indonesia akibat serangan-serangan nonmiliter dari bangsa lain.

Kekuatan karakter diperlukan untuk berhadapan dengan ancaman nonmiliter. Negara Indonesia harus memiliki benteng pertahanan diri, terutama pada kalangan generasi muda.

Pengertian ancaman militer dan nonmiliter
Ancaman terhadap negara : Segala bentuk upaya kegiatan dan tindakan yang dapat membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara dan keselamatan negara.

Ancaman militer : merupakan ancaman yang menggunakan kekuatan bersenjata terorganisir baik dilakukan actor state maupun nonstate yang membahayakan kedaulatan Negara, keutuhan wilayah Negara, dan keselamatan bangsa.

Ancaman nonmiliter : ancaman yang tidak menggunakan kekuatan senjata, namun jika dibiarkan akan membahayakan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan membahayakan keselamatan segenap bangsa.

Ada 7 dimensi ancaman nonmiliter, yakni Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Keselamatan Umum, Teknologi, Legislasi dan Ideologi. Ancaman non militer dapat datang dari berbagai sudut, walaupun tidak langsung menyebabkan korban jatuh berguguran seperti ancaman militer.

Tetapi, bisa perlahan-lahan merusak hingga ke persendian bangsa Indonesia. Ancaman nonmiliter ini lebih menyerang kepada generasi muda. Karena generasi muda suatu negara, merupakan generasi penerus bangsanya.

Mengutip kata-kata bijak Presiden RI Pertama, Ir. Soekarno yang mengatakan, ‘Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan aku cabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan aku guncangkan dunia’.

Kenapa ada ancaman terhadap negara ? Di samping karena situasi kondisi, tetapi ada juga unsur pihak-pihak yang mengancam negara kita. Seperti adanya persaingan dan kepentingan.

Contohnya : Ketersediaan pangan dan daya tampung bumi ideal. Wilayah negara yang memiliki sumber pangan dan ketersediaan air menjadi incaran dari negara lain.

Diprediksi ke depan, adanya ancaman dari pihak lain. Ada perebutan energi diantara negara. Sehingga menimbulkan perang pangan dan air. Semua negara ingin menguasai Sumber Daya Alam Indonesia. Indonesia memiliki SDA dan SDM, tetapi belum memiliki kemandirian.

Indikasi ancaman nonmiliter di kalangan pemuda. Demonstrasi buruh/mahasiswa terjadi dimana-mana, mereka mengajukan tuntutan dengan cara intimidasi, perang candu, tawuran mahasiswa.

Sekarang ini bagaimana mengupayakan meningkatkan kesadaran bela negara di kalangan pemuda, melalui kesadaran bela negara inilah dapat menimbulkan rasa cinta dan turut serta mempertahankan NKRI.

Nilai-nilai dasar yang harus ditanamkan berupa cinta, sadar, yakin dan rela cinta tanah air. Hal ini kita bekali mahasiswa dengan memahami bagaimana berwawasan kebangsaan nusantara yang baik. Secara geografis Indonesia terbentang dari Sabang sampai Merauke. Diharapkan kita bersatu tanpa memandang ras dan suku. Di tangan pemuda lah terletak masa depan bangsa dan negara kita.

Oleh karena itu, sadarlah bahwa generasi muda yang akan melanjutkan estafet sebagai generasi millenial yang berjuang untuk mempertahankan kedaulatan NKRI. Tentunya dengan memupuk rasa cinta tanah air dan sadar akan bahaya ancaman ancaman nonmiliter.

Tentang ancaman nonmiliter dari segi teknologi. Media sosial yang saling menghujat. Bagaimana peran pemerintah dalam menghadapi pada media sosial?.

Saat ini kita sedang menghadapi era konstruksi. Persaingan ke depan bukan hanya sesama mahasiswa tapi dengan teknologi robotika. Demonstrasi buruh kerap terjadi atas dasar tuntutan kenaikan upah.

Apabila dilakukan perbandingan antara buruh dan robot, robot tidak akan melakukan tuntutan itu. Tentu saja membuat buruh tidak akan digunakan oleh perusahaan dan perusahaan beralih menggunakan robot sebagai pekerjanya.

Jalur pergerakan yang kita lakukan ke depan adalah pergerakan yang kreatif dan inovatif. Tanpa harus turun ke jalan. Polanya yang harus diubah, harus melaui gagasan dan ide-ide yang membangun.

Hendaknya generasi millenial diberikan materi serta pemahaman akan cinta Tanah Air dan bela Negara, sehingga terbentuk karakter yang baik dan kuat.

Kita harus bersiap-siap dalam menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat. Contoh nyata, perubahan pekerjaan akibat sentuhan teknologi. Seperti Ojek dan Gojek.

Dulu orang merasa malu dan gengsi untuk bekerja sebagai tukang ojek. Tetapi Ojek dengan sentuhan Teknologi menjadi Gojek, yang saat ini banyak diminati. Perubahan karena e-commerce dalam perdagangan.

Kita juga harus hati-hati dalam menerima informasi yang datang melalui WA dan sosmed lainnya. Carilah pembenarannya terlebih dahulu. Cross check informasi.

Termasuk dengan marak beredarnya berita Hoax. Maupun penyebaran baik tulisan maupun dokumentasi di sosial media. Bagaikan pesan berantai yang belum tentu benar.

Literasi harus digalakkan, tidak hanya buku, tetapi juga teknologi. Hati-hati dalam membuka berita yang bersifat provokasi. Karena itu bisa jadi salah satu usaha dalam mendapatkan income bagi pihak-pihak tertentu dengan membuat berita dengan unsur negatif bersifat provokasi.

Hal ini dilihat adanya MLM dalam hal blogspot di internet. Mereka dengan sengaja menyebar berita provokasi. Oleh karena itu, kita diharapkan tenang terlebih dahulu apabila membaca berita provokasi. Berpikir jernih menyikapinya, jangan sampai terjebak di dalamnya.

Jangan sampai kita menjadi korban dari media sosial. Kita antisipasi dengan menanamkan mental yang baik. Provokator menggunakan tata bahasa yang dapat mempengaruhi generasi muda. Generasi muda harus lebih berhati-hati dalam mencari ‘warna’, carilah karakter yang baik untuk ditiru.

Sikap yang dapat kita lakukan adalah harus mengkoreksi berita-berita yang dibaca melalui sosmed. Pemerintah telah memberikan arahan kepada kita agar bersiap-siap. Kita sedang menghadapi revolusi industri yang keempat. Perlu persiapan diri, baik dari segi pemikiran dan mental.

Kita harus menyesuaikan diri, bukan lagi hanya human to human. Tetapi tidak mungkin nantinya kita akan digantikan dengan teknologi robot. Oleh karena itu, jadilah pribadi yang kreatif dan inovatif. Kita harus dapat menyaring berita yang ada di teknologi dan carilah pembenarannya terlebih dahulu. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here