Anehnya, Tak Ada Tempat Pelelangan Ikan

0
1137
NELAYAN: Sejumlah nelayan Bintan hendak menurunkan jaring untuk menangkap ikan.f-yusfreyendi/tanjungpinang pos

Laut Luas, Kepri Gudang Ikan Indonesia

Laut Kepri memang luas. Bahkan satu-satunya provinsi di Indonesia yang perbandingan luas laut dan daratannya sangat mencolok.

TANJUNGPINANG – YANG selalu dijual adalah, luas lautan Kepri 96 persen dan luas daratannya hanya 4 persen. Potensi alam lautnya cukup besar hingga puluhan triliun. Belum lagi jika wisata baharinya dikelola dan dijual dengan baik ke turis, maka berlimpah-limpah sumber daya di Kepri yang bisa dikelola menjadi uang.

Ikan misalnya, Kepri merupakan gudangnya. Jangan dari Jawa, dari luar negeri saja banyak mencari ikan ke Natuna. Potensi ikan Natuna ini misalnya sampai Rp 20 triliun setahun. Namun, sampai saat ini yang dikelola itu sekitar Rp 500 iliar saja setahun. Banyak yang belum dikelola, namun sebagian ada yang dicuri nelayan asing.

Meski kekayaan ikan laut Kepri berlimpah-limpah, namun tidak ditemui Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Kepri. Sudah belasan tahun provinsi ini berdiri, namun infrastruktur pendukung sektor maritim ini belum dibangun juga. Saat ini sudah ada dibangun Pelabuhan Terpadu Selat Lampa Natuna. Salah satu fungsinya nanti adalah tempat pelelangan ikan. Ke sanalah toke-toke ikan akan belanja.

Baca Juga :  Penumpang Pesawat Turun 32%

Nelayan-nelayan pun akan mengantarkan ikannya untuk dilelang di tempat itu. Sehingga, diperkirakan tempat ini akan menjadi pusat perdagangan ikan terbesar di Asia Tenggara nanti. Tapi itu baru impian untuk saat ini. Sebab, yang mengelolanya belum tentu pemerintah daerah. Pelabuhan terpadu itu sendiri dibangun Kementerian Kelautan Perikanan (KKP).

Meski nanti ada TPI di pelabuhan terpadu tersebut, namun itu baru cerita nanti. Sekarang, gudang-gudang ikan berserak dimana-mana. Tidak ada tempat lelang. Kebanyakan ikan diborong toke-toke. Meski pemerintah daerah mengakui rendahnya hasil tangkapan ikan di Natuna lantaran nelayan masih menggunakan alat tangkap tradisional, namun bantuan pemerintah pun tetap juga berupa sampan, mesin ketinting dan kapal ukuran kecil.

Padahal, untuk mendapatkan tangkapan ikan yang banyak, harus menggunakan kapal besar agar tahan terhadap hantaman ombak besar di laut lepas. Meski sudah ada dua TPI di Kepri, namun belum ada yang dikelola. Dua TPI di Kepri yakni di Natuna dan Anambas. Tak satu pun dibangun pemerintah daerah. Dua-duanya dibangun pusat.

Baca Juga :  Jalankan Pilkada Tanpa Isu Sara

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, Edy Sofyan mengatakan, potensi tangkapan ikan di wilayah Natuna mencapai 300-an ribu ton per tahun. Menurutnya, ini tentu akan terus digenjot baik itu dari segi aspek tangkapan nelayan maupun aspek budidaya. ”Potensi tangkapan ikan Natuna terus digenjot karena pengelolaannya langsung dan adanya program khusus dari pemerintah pusat terhadap bantuan alat-alat tanggap. Ini bertujuan untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan para nelayan Natuna,” kata Edy Sofyan, kemarin.

Potensi tangkapan ikan di wilayah Kepri cukup besar dan butuh TPI. Saat ditanya apakah di Kepri terutama kabupaten/kota memerlukan pembangunan TPI, Edy Sofyan menjelaskan untuk saat ini belum ada usulan dari kabupaten/kota yang meminta pembangunan TPI baru. ”Belum kita temukan wilayah di Kepri yang mendesak untuk dibangun TPI. Karena di beberapa wilayah seperti Batam, Bintan, Karimun, Tanjungpinang dan Lingga, tangkapan ikan para nelayan setelah sampai di pelabuhan sudah ada toke atau pemilik kapal yang mengambilnya langsung untuk diekspor, tanpa perlu diletakkan di pelelangan,” ungkap Edy Sofyan.

Baca Juga :  Investor Wajib Bangun Hotel di Hang Nadim

Katanya, saat ini hanya ada dua TPI yang ada di Kepri yakni pertama TPI yang berada di Antang Anambas, namun pengelolaannya belum dilakukan secara maksimal, hanya pabrik es yang sudah berjalan.  TPI ini merupakan proyek pusat dan telah diserahkan kepada provinsi yang saat ini dikelola oleh UPTD Antang dan yang kedua TPI yang berada di Selat Lampa Ranai Natuna yang secara keseluruhan dikelola oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ia mengungkapkan, keberadaan TPI merupakan suatu sarana yang sangat dibutuhkan dalam perikanan saat ini. Menurutnya, keberadaan TPI yang ada di Jawa dengan Kepri sangat berbeda. Ini dapat dilihat dari kondisi letak geografisnya, sehingga itu menjadi pembedanya. Di Jawa, keberadaan TPI merupakan harga mati, karena para nelayan banyak bermukim di darat dan semua nelayan akan membawa serta menjual hasil tangkapan ke TPI. Disanalah setiap pengumpul akan membeli ikan.(SUSANTO)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here