Anggaran Beasiswa Rp 1 Miliar

0
417
BERSIHKAN SAMPAH: Siswa SMPN 11 Tanjungpinang saat membersihkan pekarangan sekolah dan memasukkan sampah ke tong sampah yang disiapkan di sekolah itu. f-MARTUNAS/tanjungpinang pos

Tanjungpinang – Ketua Komisi I DPRD Tanjungpinang, Maskur Tilawahyu menuturkan, anggaran untuk beasiswa 2017 sekitar Rp 1 miliar.

Angka ini menurutnya tidak besar dan bahkan tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan siswa tidak mampu di Tanjungpinang.

Hanya saja ia menilai sudah sangat bagus bila nantinya dapat terealisasi. Khawatirnya, sama seperti 2015 dan 2016 lalu yang ikut dirasionalisasi karena defisit anggaran.

”Kalau ini terealisasi saja sudah syukur dapat membantu masyarakat. Kami khawatir seperti tahun-tahun sebelumnya, tiba-tiba dicoret TAPD tanpa pemberitahuan kepada Komisi I,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, usai menghadiri Musrenbang Tanjungpinang Timur, Rabu (22/2).

Ia menuturkan, DPRD Tanjungpinang termasuk Komisi I, sangat komitmen tidak mencoret kegiatan beasiswa.

Jika ada, pendapat dari Pemko takut menyalahi aturan terkaitproses penyalurannya juga sangat membingungkan. Persoalan ini pun tidak pernah dibahas bersama pihaknya. Tiba-tiba tidak disalurkan kepada siswa.

Saat disinggung mekanisme penyaluran beasiswa 2017, ia mengaku tidak mengetahui detail. Dalam pembahasan anggaran bersama Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang bersama Komisi I DPRD Tanjungpinang, beberapa waktu lalu, yaitu sistemnya hampir sama dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Pusat.

Sesuai penuturan dalam rapat bersama itu, jumlah besaran bantuan KIP Pusat kepada siswa SD dan SMP ada namun nilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya. Untuk itu, perlu bantuan dari Pemda.

”Kalau dari pusat bantuannya juga terbatas, persiswa antara Rp 400 sampai Rp 700 ribu. Sesuai dengan jenjang pendidikannya. Angka ini dinilai belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan, maka Pemko perlu membantu,” tuturnya.

Mekanisme penyalurannya ia menilai hampir sama dengan KIP Pusat, yaitu dananya langsung diberikan kepada siswa. Dengan demikian, pihak orang tua membelanjakan untuk kebutuhan pendidikan siswa. Apakah untuk membeli sepatu sekolah, baju seragam maupun alat tulis dan buku.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang, Dadang menuturkan, ada rencana proses penyalurannya sama seperti KIP. Meski demikian, mekanisme caranya nanti akan dibuat terperinci dahulu.

”Jika anggarannya tersedia, kami (Disdik) tinggal atur mekanisme penyalurannya saja nanti,’ ungkapnya singkat.(DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here