Anggaran BP Kawasan Makin Besar

0
679
Wakil Ketua BP Kawasan Bintan HM Saleh Umar didampingi Radief Anandra, Yurioskandar dan Bayu Wicaksono memberi keterangan, Senin (8/1). f-yusfreyendi/tanjungpinang pos

Bintan Dapat Rp 82,3 Miliar dari APBN, Mulai Bangun Jalan

Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Bintan, Karimun dan Tanjungpinang (BKT) makin kuat fungsinya. Anggarannya juga makin besar dan kini sudah bisa membangun infrastruktur.

BINTAN – ASISTEN Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri, Syamsul Bahrum mengatakan, penguatan Badan Pengusahaan Kawasan BKT karena adanya perubahan Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur FTZ di tiga lokasi ini.

Hanya saja, BP Kawasan BKT belum bisa seperti Badan Pengusahaan (BP) Batam. Karena BP Batam sendiri sudah dijadikan Badan Layanan Umum (BLU) pemerintah pusat.

Dengan perubahan PP itu, anggaran yang diterima BP Kawasan BKT pun makin besar dari APBN. BP Kawasan Bintan misalnya, tahun 2018 ini mendapatkan APBN sebesar Rp 82,384 miliar.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk membangun tugu batas wilayah FTZ, jalan dan jembatan menuju kawasan FTZ. Pembangunan infrastruktur ini sebagai upaya menarik investor ke Kabupaten Bintan.

Tahun 2016, BP Kawasan FTZ Bintan membangun jalan menuju kawasan FTZ sepanjang 6,5 kilometer dengan anggaran Rp 20,8 miliar. Tahun anggaran 2017 lalu, BP Kawasan Bintan menerima anggaran dari pusat sebesar Rp 20,49 miliar.

Anggaran itu digunakan untuk mengaspal jalan menuju kawasan FTZ Galang Batang sepanjang 1,4 kilometer dengan anggaran Rp 7,6 miliar. Jalan ini juga menjadi dorongan BP Kawasan Bintan untuk merealisasikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang.

Selain itu, BP Kawasan Bintan membangun jalan di Tanah Merah, Desa Penaga sepanjang 3,26 kilometer dengan anggaran Rp 12,8 miliar. Jalan ini ini bertujuan untuk membuka akses ke kawasan wisata baru terpadu, yaitu Bintan Penaga Bay.

Kawasan wisata baru Bintan Penaga Bay ini sudah dipromosikan di Kedubes RI di Singapura dan di negara Hongkong. Sudah ada beberapa investor asing yang melirik kawasan yang berkonsep wisata warisan Melayu ini.

”Selain infrastruktur, kami juga memberikan pelayanan perizinan PMA, selama tahun 2017. Ada sekitar 680 izin prinsip yang kami keluarkan. Nah, untuk tahun anggaran 2018 ini, BP Kawasan Bintan mendapat Rp 82,384 miliar dari APBN,” kata HM Saleh Umar, Wakil Ketua BP Kawasan Bintan, di Kantor BP Bintan, Senin (8/1) kemarin.

Mewakili bidang sarana dan prasarana, Bayu Wicaksono menerangkan, anggaran sekitar Rp 82,3 miliar pada tahun anggaran 2018 ini, bakal dialokasikan untuk beberapa kegiatan pembangunan. Antara lain pembangunan infrastruktur jalan sepanjang 16,7 kilometer di beberapa titik.

Lokasi pembangunan jalan itu antara lain di Selat Bintan Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan sepanjang 6 kilometer dengan lebar 7 meter, dengan anggaran sebesar Rp 21,8 miliar.

Jalan ini dibangun untuk sinergi program pembangunan jembatan Pengujan yang dibangun Pemkab Bintan, menuju kawasan wisata baru Bintan Penaga Bay. Sedangkan lanjutan program pembangunan jalan di Tanah Merah yang dibangun tahun 2017 lalu, jelas Bayu, akan dibangun jembatan sepanjang 12 meter, dengan anggaran lebih kurang Rp 10 miliar.

Pada tahun 2018 ini, BP Kawasan FTZ Bintan juga melakukan peningkatan jalan di Taman Sari Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara sepanjang 7,7 kilometer, dengan anggaran Rp 23,8 miliar.

Jalan ini membuka akses kawasan FTZ di Lobam dan pariwisata ke Sakerah. Dari anggaran Rp 82,3 miliar berasal dari APBN 2018, BP Kawasan Bintan juga membangun jalan dari Lintas Timur Km 23 Kijang menuju kawasan FTZ Galang Batang.

”Jalan dari Lintas Timur Km 23 Kijang menuju kawasan FTZ Galang Batang ini, sepanjang 2,9 kilometer. Anggaran yang dihabiskan untuk jalan ini sekitar Rp 25,9 miliar,” sebut Bayu.

Anggota BP Kawasan bidang Pengawasan dan Pengendalian Investasi Radief Anandra mengatakan, pihaknya terus menggesa penyiapan kawasan wisata terpadu Bintan Penaga Bay, dengan membangun jembatan di Tanah Merah, sepanjang 12 meter, pada tahun ini.

Setelah jembatan terbangun, akses jalan sepanjang 7 kilometer ini sudah bisa digunakan bagi calon investor.

”Kami terus mempromosikan kawasan wisata terpadu Bintan Penaga Bay seluas 200 hektare ini. Tahun lalu, sudah kami promosikan ke Singapura, melalui Kedubes RI di Singapura. Bersama pusat, kami juga mempromosikan Bintan Penaga Bay ini, ke Hongkong. Tahun ini, kami juga akan mempromosikan kawasan berkonsep warisan budaya Melayu ini,” tambah Radief Anandra.

Layani 680 Izin
Upaya BP Kawasan Bintan dalam membangun infrastruktur dan membuka kawasan investasi baru, sudah memberikan dampak terhadap investasi di Bintan. Selama tahun 2017, BP Kawasan sudah melayani dan memberikan sekitar 680 izin.

Yurioskandar, Anggota BP Kawasan Bidang Pelayanan Terpadu menyampaikan, selama tahun 2017 lalu, ada sekitar 680 produk perizinan yang dikeluarkan. Rata-rata 2 sampai dengan 3 izin yang dikeluarkan per hari kerja.

”Cukup banyak izin yang kami keluarkan itu, dari 24 jenis perizinan. Mulai dari izin prinsip bagi PMA, persetujuan usaha, izin usaha, persetujuan reekspor, bongkar muat, izin perluasan, izin persetujuan kuota sampai dengan izin ekspor,” terang Yurioskandar.

Saat ini, izin dari pusat itu sudah dilimpahkan kepada BP Kawasan Bintan. Baik kewenangan dari BKPM pusat, Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Kemenko RI sampai dengan kewenangan Kemenkeu. Selama ini, BP Kawasan FTZ Bintan terus berkoordinasi dengan pihak pengusaha, dan tidak ada kendala dalam pelayanan izin ini.

Selanjutnya, kata Yurioskandar, BP Kawasan Bintan akan membangun 10 tugu batas wilayah FTZ. Sehingga lebih mudah dalam pengawasan dan pemberian izin ini. Tugu batas wilayah FTZ ini, anggarannya 460 juta. Setiap tugu dianggarkan sekitar Rp 40 juta sampai Rp 50 juta.

”Awalnya kami ajukan 100 tugu batas wilayah FTZ. Tapi yang disetujui pusat itu 10 tugu, ya bertahap. Lokasinya masih kami survei,” demikian dipaparkan Yurioskandar.(YUSFREYENDI-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here