Anggaran Normalisasi Drainase Rp 600 Juta

0
459
TINJAU banjir: Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah saat meninjau banjir di KM 9, Tanjungpinang tahun lalu. F-Ist/Humas Pemko Tanjungpinang

Tanjungpinang – Titik genangan air di Tanjungpinang belum sepenuhnya dapat diatasi.
Hal ini disebabkan, karena pembangunan dilakukan para pengembang atau developer tidak sesuai ketentuan dan adanya pemotongan bukit untuk pembangunan.

Kota Tanjungpinang saat diguyur hujan tak lama sudah pasti ada genangan air. Ini sangat menyusahkan masyarakat, selain menghambat lalu lintas juga berimbas ke beberapa rumah warga.

Kepala Seksi (Kasi) Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang, Dessy Daryati ST menuturkan, tahun 2016 lalu, melalui bidangnya ada anggaran normalisasi drainase sekitar Rp 400 juta. Ini digunakan untuk menangani tujuh titik genangan air di Tanjungpinang.

Di antaranya penanganan Sei Carang, di depan SPBU Kilometer 8, Jalan Gatot Subroto sebelah Supermarket Kurnia, Samping Sorum KIA Batu 5, kawasan Daeng Kamboja, Senggarang, Gang Putri Ayu VI, Engku Putri tepat di belakang Kejaksaan, Kampung Sri Andana.

Anggaran ini, dinilai tidak menyelesaikan seluruh persoalan genangan air. Hanya saja debit airnya tidak setinggi sebelum penanganan. Untuk 2017 mendatang ada anggaran untuk normalisasi yaitu sekitar Rp 600 juta atau lebih. Ini lebih besar dari tahun sebelumnya.

Dana ini pastinya, ia mengaku belum tahu karena belum memang Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

”Kalau untuk program penanganan genangan air di bidang saya sekitar Rp 600 jutaan. Tapi angka pastinya saya belum lihat. Meski demikian, penanganan genangan air bukan hanya di bidang saya, ada beberapa bidang yaitu Bina Marga dan pemeliharaan di PU ini,” ungkapnya.

Penanganan yang akan di lakukan di 2017 ada di beberapa titik. Intinya sesuai dengan kondisi di lapangan dan pengaduan masyarakat yang datang.

Terkait penanganan genangan air di Perumahan Harapan Indah tidak bisa hanya normalisasi. Ini masih memerlukan kajian, begitu juga dengan Pemuda dan Kampung Kolam.

”Kalau pemuda kita setiap enam bulan atau rutin kami lakukan normalisasi, tapi tidak menyelesaikan banjir. Banjir masih ada saat hujan turun, nantinya Balai Wilayah Sungai (BWS) Kepri di 2017 ini bantu menanganani,” tuturnya.

Perlu diketahui titik genangan air di Tanjungpinang, ada di Jalan Bintan, Soekarno Hatta, Tugu Pahlawan, Rawasari, Batu 5 Bawah, Batu 8, Batu 9. Kemudian di kawasan Batu 10, Batu 12 serta Batu 13, Pemuda, Sungai Jang, Kampung Kolam Tanjungpinang.

Untuk di kawasan Jalan Pemuda, BWS Kepri akan memperlebar drainase di kawasan Jalan Pemuda atau sekitar SMAN 4 Tanjungpinang. (DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here