Anggaran Pembangunan Timbulkan Kecemburuan

0
340
BANGUNAN: Salah satu bangunan di Anambas yang dibangun menggunakan APBD Provinsi Kepri. F-DOKUMEN/TANJUNGPINANG POS

ANAMBAS – Pernyataan salah satu Anggota DPRD Kepri yang menyebutkan Kabupaten Karimun mendapatkan alokasi dana dari provinsi Rp 100 miliar, menimbulkan kecemburuan di daerah lain, termasuk bagi masyarakat Anambas.

”Kami sebagai masyarakat Anambas mempertanyakan, berapa sebenarnya alokasi dana Provinsi Kepri untuk Kabupaten Kepulauan Anambas,” terang Indra Syahputra Tokoh Pemuda di Anambas, kemarin.

Sekretaris DPD Partai Golkar Anambas itu mengaku kecewa apabila terjadi disparitas pembagian ”kue” pembangunan untuk Kabupaten Karimun dan daerah lain.

”Kami meminta gubernur untuk datang ke Anambas, melihat kondisi langsung daerah ini. Jadi bisa mengetahui sebenarnya kondisi yang terjadi,” tegasnya.

Kendati demikian Indra juga tak menampik jika provinsi juga memberikan bantuan seperti beralihnya status guru-guru SMA sederajat ke Provinsi, lalu pembangunan bandara letung. Namun, apakah itu sudah sesuai dengan pembangunan Karimun yang mencapai Rp 100 miliar.

Secara kepartaian lanjut Indra, pihaknya mendesak Anggota DPRD Provinsi Dapil Natuna dan Anambas khusus dari Partai Golkar untuk memperjuangkan Natuna dan Anambas, seperti yang dilakukan Almarhum Sofyan Syamsir yang berjuang untuk Natuna dan Anambas.
Hingga saat ini, keberhasilannya selalu dikenang di masyarakat dua daerah ini.

”Saya minta kepada Ibu Astegena Anggota DPRD Provinsi Kepri yang baru saja dilantik, untuk memperjuangkan Natuna dan Anambas, seperti yang pernah dilakukan Almarhum,” tuturnya.

Kepada Pemerintah Indra menitip pesan, jika ada tamu yang datang ke Anambas agar membawa pejabat tersebut untuk melihat-lihat daerah Anambas yang masih kurang pembangunannya, agar pihak pusat itu tahu, Anambas ini sebenarnya.

”Jangan dibawa ke tempat-tempat yang indah saja. Bawa ke tempat yang masih minim pembangunannya,” jelasnya.

Hafiz Rhiandy Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) juga menyayangkan pembagian anggaran pembangunan yang terjadi saat ini. Ia mempertanyakan status Anambas apakah masih masuk Kepri atau bukan.

”Kenapa timbul kesenjangan seperti ini apakah Anambas bukan termasuk Kepri,” ucapnya. (cr29)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here