Anggaran Pemeliharaan PJU Rp 400 Juta

0
472
BANYAK kendaraan melintasi Jalan Nusantara menuju arah Kijang yang kini lampu PJU nya banyak yang rusak. F-Andri Dwi S/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Masih banyak jalan lingkungan di tengah masyarakat yang belum dipasang Penerangan Jalan Umum (PJU). Ini sangat dikeluhkan warga, sebab membuat takut beraktivitas di luar rumah saat malam hari.

Terkait hal ini, Maskur sudah menerima aduan dari berbagai warga. Khususnya di kawasan Tanjungpinang Timur. Meski rumah-rumah sudah berdiri sejak puluhan tahun, ada yang belum memiliki PJU.

”Anggaran untuk pengadaan PJU setiap tahunnya ada, besar juga. Tapi saya bingung belum selesai-selesai untuk memberikan penerangan bagi masyarakat,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Begitu juga dengan anggaran pemeliharaan, setiap kecamatan dialokasikan. Meski demikian masih banyak lampu atau jaringan yang rusak belum diperbaiki.

Sudah seharunya, seluruh pemukiman masyarakat mendapatkan penerangan. Ini perlu keseriusan. Padahal, seluruh warga Tanjungpinang setiap bulannya membajar Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sekitar enam persen dari tagihan. Pihak PLN kemudian menyetorkan ke kas daerah.

Dalam setahun penerimaan dari PPJ sekitar Rp 13 miliar. Harusnya, jika setengah dari ini bisa digunakan untuk pemasangan PJU sudah dapat diselesaikan dalam lima tahun.

Kabid PJU Dinas Pertamanan dan Pemakaman Kota Tanjungpinang, Yoni Fandri menuturkan, anggaran pemerilaharaan lampu tahun ini lebih kecil dari sebelumnya.

Yaitu Rp 100 juta per kecamatan. Padahal, laporan yang diterima banyak PJU yang rusak. ”Mungkin April atau Mei mendatang anggaran pemeliharaan sudah habis,” tuturnya.

Terkait pemasangan PJU, ia belum bisa memastikan ada atau tidak. Menunggu Dokumen Penggunaan Anggaran (DPA) APBD 2018. ”Saya belum bisa pastikan nilainya, bahkan ada atau tidak harus melihat DPA,” terangnya.

Tahun sebelumnya pemasangan PJU sekitar Rp 1,3 miliar untuk lingkungkan masyarakat. Di luar dari pemasangan lampu jalan di Senggarang sekitar Rp 3 miliar lebih.

Pihaknya selalu berusahan memperbaiki PJU yang rusak, apakah yang diketahui sendiri ataupun menerima laporan dari masyarakat.

Anggaran untuk memberpaiki satu PJU yang rusak beragam, tergantung dari kondisinya. Jika hanya mengganti lampu saja murah, namun bila jaringan yang rusak maka mahal, bisa mencapai satu juta.

Biasanya, lampu yang harus diperbaiki model lama yaitu tata surya. Sedangkan lampu LED dinilai masih banyak yang bagus. Meskipun rusak tidak menelan biaya sebesar bila dibandingkan perbaikan lampu mengandalkan lampu solar sel.

”Kalau yang rusak lampu LED masih relatif murah. Tapi kalau jaringan yang rusak anggaran besar juga,m” paparnya.(DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here