Anggota DPRD Diperiksa Bawaslu

0
38
Syaiful Bahri, anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari Fraksi PAN penuhi panggilan Bawaslu Kota Tanjungpinang. Syaiful menjawab lebih dari 10 pertanyaan saat diperiksa di ruang Gakkumdu Bawaslu Tanjungpinang. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Syaiful Bahri penuhi panggilan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tanjungpinang. Syaiful Bahri sampai ke Kantor Bawaslu Kota Tanjungpinang berada di Komplek Bintancentre (Bincen), Jumat (30/11) sekitar pukul 10.20 WIB.

TANJUNGPINANG – Setelah mengisi buku tamu yang telah disediakan, anggota DPRD Kota Tanjungpinang dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) langsung masuk ke ruang Sentra Gakkumdu.

Ruangannya dikelilingi dengan kaca hitam. Pria yang mengenakan baju batik menjawab ini mengaku lebih dari sepuluh pertanyaan yang dilontarkan oleh tim Sentra Gakkumdu.

”Saya tidak ingat pasti. Adalah lebih dari sepuluh pertanyaan,” kata Syaiful Bahri saat setelah keluar dari ruangan Sentra Gakkumdu, Jumat (30/11).

Syaiful Bahri dipanggil oleh Bawaslu Kota Tanjungpinang sebagai orang tua kandung Vicky Bahtiar. Pemanggilan ini, dalam rangka meluruskan serta mengklarifikasi terkait pembagian paket sembako kepada masyarakat di daerah Dompak.

Saat itu, ia sampaikan ke petugas, bahwa 10 paket sembako dibagikan ke keluarga besarnya berada di Dompak. Pembagian paket sembako setelah salat Isya, dalam rangka memperingati 40 hari meninggalnya almarhum ibu kandung dari istri tercintanya.

”Saya hanya bagikan 10 paket sembako kepada keluarga besar di Dompak. Amal serta sedekah saya persembahkan kepada Ibunda mertua saya,” ucap dia.

Berdasarkan investigasi yang dilakukannya, Bawaslu Kota Tanjungpinang hanya menerima laporan berupa gambar. Bukan fisik paket sembako tersebut.

Paket sembako yang dibagikan ke keluarganya, tidak sama dengan pada gambar yang dilihatnya. Salah satunya terdapat stiker serta diketahui adanya kalender anak kandung bernama Vicky Baktiar.

Awalnya, ada salah satu keluarganya menemani dirinya saat pamitan pulang. Pada saat itu, keluarganya melihat kalender di dalam mobil miliknya. Lalu, keluarganya minta kalender milik Vicky Baktiar.

”Ini ada black campaign pada Vicky Baktiar. Vicky Baktiar adalah anak saya,” tegas dia.

Intinya, dirinya percaya dengan Bawaslu sebagai petugas pengawas pemilu. Agar Bawaslu bisa menciptakan dan menghasilkan pemilu yang bagus serta bermartabat.

Sebelumnya, Bawaslu Kota Tanjungpinang telah menduga bahwa VB telah melakukan politik uang melalui pembagian paket sembako yang diserahkan kepada masyarakat Dompak.

Karena Vicky salah satu calon anggota DPRD Kota Tanjungpinang, daerah pemilihan (dapil) Bukit Bestari. Dia mencalonkan melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Bawaslu Kota Tanjungpinang sedang menangani kasus dugaan politik uang melalui pembagian paket sembako tersebut. Ketua Bawaslu Zaini mengatakan pihaknya masih memproses kasus tersebut. (ANDRI DS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here