Anggota GMKI Ajari Anak-anak di Pedalaman

0
298
MENGAJAR: Mahasiswa yang tergabung di GMKI Tanjungpinang sedang mengajari siswa di Kampung Banjar Air Raja. f-ISTIMEWA

Program Pendidikan Gratis Bagi Siswa

TANJUNGPINANG – Mahasiswa yang tergabung di oragnisasi Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tanjungpinang memiliki program Kampus Biru. Memberikan pendidikan gratis, berbagai mata pelajaran kepada siswa-siswi. Program ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Mereka mengajar di salah satu rumah penduduk di Kampung Banjar Air Raja, Kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur. Untuk pertama kali dilaksanakan, Sabtu (6/11) kemarin.

Ketua Program Aksi pelayanan (Aspel) GMKI Tanjungpinang, Rediston Sirait menuturkan, tenaga pengajar merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan di peguruan tinggi di Tanjungpinang.

”Kami mengajar semua mata pelajaran siswa di sekolah. Mulai dari Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan beberapa lainnya,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos. Kini tedaftar ada 11 anak- yang menjadi siswa. Dua di antaranya masih pra sekolah, tujuh siswa yang duduk di kelas I sampai V dan satu siswa kelas VI dan VII.

Rencananya, dalam waktu dekat juga akan membuka program belajar gratis di Sungai Timun. ”Mudah-mudahan dalam minggu depan dapat terealisasi,” paparnya.

Dijadwalkan tenaga pengajar akan mengunjungi siswa tiga kali dalam seminggu. Yaitu Senin, Rabu dan Jumat. Dimulai pukul 17.00 sampai 19.00 WIB. Selain itu, 10 menit sebelum pulang biasanya mengajarkan lagu-lagu nasional. Ia menceritakan, menjalankan program ini tentu memiliki tantangan. Pertama yaitu kemampuan tenaga pengajar perlu terus dikembangkan.

Bahkan kini, mereka memiliki satu siswa yang istimewa. Yaitu tunawicara, yang perlu keahlian khusus membangun komunikasi. Selain itu, belum semua masyarakat memiliki pemahaman yang sama, bahwa mereka hadir untuk mengajari siswa dalam bidang akademis.

Bukan hal terkait keagamaan khususnya Kristen. ”Kami menjalankan program ini karena tergabung di organisasi GMKI sebagai wadah. Bukan untuk mengajarkan hal-hal lain apalagi agama,” tuturnya.

Ia berharap program ini dapat terus berkelanjutan dan banyak siswa yang nantinya berprestasi dari berbagai hal.(DESI LIZA – LESTARI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here