Angka Kelahiran Anak di Kepri Turun

0
170
WAGUB Kepri H Isdianto saat Rakerda Program KKBPK yang digelar BKKBN Kepri di Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (20/3). f-istimewa/humas pemprov kepri

Wagub Buka Rakerda KKBPK-BKKBN Kepri 2019

Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Isdianto mengatakan, sejauh ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri berhasil menjalankan tugasnya dengan dibuktikan berhasil menekan penurunan angka kelahiran dari 2,5 persen menjadi 2,3 persen pada tahun 2017.

TANJUNGPINANG – HAL ini disampaikan Isdianto saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang digelar oleh BKKBN Kepri di Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (20/3).

Selanjutnya Isdianto berharap BKKBN terus melakukan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat. Dan kepada seluruh kabupaten/kota agar segera menyelesaikan grand design program kampung KB yang sudah digagas sebelumnya.

”Penyuluhan harus intens dilakukan oleh BKKBN. Penekanan angka kelahiran ini juga bagian untuk menghindari stanting. Karena dengan kelahiran yang diatur maka kesejahteraan akan terjamin dan kelahiran anak yang berkualitas akan terwujud. Ini juga bagian untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Kita harus menyiapkan generasi yang berkualitas dan mampu bersaing secara globalisasi,” ujar Isdianto.

Hadir juga pada kesempatan ini Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Kepri, Misni dan Staf khusus Gubernur Herizal Hood. Selain itu hadir mewakili BKKBN pusat Wendy Hartanto.

Rakerda ini dibuka ditandai dengan pemukulan gong oleh Isdianto dengan peserta BKKBN dari seluruh kabupaten/kota.

Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Kepri Mediheryanto mengatakan jika Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendapat mandat untuk mewujudkan agenda prioritas Pembangunan Nasional (Nawacita) terutama pada Cita ke-3, Cita ke-5 dan Cita ke-8. Upaya pencapaian agenda prioritas tersebut kemudian dijabarkan dengan Arah Kebijakan dan Strategi dalam RPJMN 2015-2019, di mana pada periode 2015-2019 ini, beberapa penyesuaian dan penajaman dilakukan melalui pengembangan Visi, Misi dan 9 Agenda Prioritas Pembangunan Nasional (Nawacita), yang kemudian dijabarkan menjadi Program dan Kegiatan Prioritas melalui Rencana Strategis (Renstra) BKKBN 2014-2019 dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2019.

Sasaran strategis yang harus dicapai dalam Renstra Tahun 2015-2019 diantaranya adalah menurunkan rata rata laju pertumbuhan penduduk dari 1,38 persen per tahun pada tahun 2015 menjadi 1,21 persen per tahun pada tahun 2019. Kemudian menurunkan total Fertility Rate (FR) per perempuan usia reproduksi dari 2,37 tahun 2015 menjadi 2,28 tahun 2019. Selanjutnya meningkatnya Contraceptive Prevalence Rate (CPR) semua metode dari 65,2 persen menjadi 66 persen. Tidak hanya itu, juga upaya menurunkan kebutuhan ber KB tidak terlayani/Unmet Need dari jumlah pasangan usia subur (persen) dari 10,6 persen tahun 2015 menjadi 9,91 persen tahun 2019.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here