Angka Kematian Ibu Melahirkan di Kepri Masih Tinggi

0
23
Suasana seminar tentang menekan angka kematian ibu saat melahirkan di Kepri, kemarin. f-desi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Angka Kematian Ibu (AKI) saat melahirkan di Kepri masih tinggi. Yakni 120 orang per 100.000 kelahiran.
Secara nasional 305 orang per 100.000 kelahiran. Data ini dikeluarkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tahun 2015.

Karena itu, di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2014-2019, target menurunkan AKI sudah dimasukkan.

Tahun 2030 mendatang, angka kematian ibu di Indonesia harus bisa ditekan menjadi 70 kematian dari 100.000 kelahiran. Proses kehamilan dan persalinan masih merupakan sesuatu yang berisiko dan dapat mengancam nyawa bagi perempuan dan bayi di Indonesia.

Upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPAP) bekerja sama dengan Dinas DPPAP Kepri melaksanakan workshop. Kegiatan ini mengambil tema ”Peran Lembaga Masyarakat dalam Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dengan Melibatkan Laki-laki”.

Kegiatan dilaksanakan di Hotel CK Tanjungpinang, Rabu (10/4). Kegiatan menghadirkan beragam narasumber. Diantaranya deputi Kementerian Pembedayaan Perempuan RI serta Dinkes dan DPPAP Kepri.

Sekretaris DPPAP Kepri, Rozaleni menuturkan, bahwa angka kematian dan ibu melahirkan sudah berkurang, meski demikian belum sesuai dengan target.

Tingginya AKI tersebut mendorong pemerintah melakukan intervensi struktural, salah satunya dengan mencantumkan target penurunan AKI ke dalam RPJMN 2014-2019.

Dituturkannya, AKI di Kepri di bawah nasional yaitu 120 orang per 100 ribu. Meski demikian terus berupaya penurunan angka AKI.

Salah satu narasumber dari Organisasi Mitra Stain, Ermanti Wahyuni menuturkan, melalui lembaga kemasyarakatan terus menyuarakan peran serta laki-laki dalam menekan AKI.

”Bukan hanya suami laki-laki dimaksudnya di sini. Tapi semua golongan laki-laki mulai dari yang muda sampai yang tua,” tuturnya.

Ia memberikan contoh, tidak merokok di sembarang tempat. Mencegah anak menikah di bawah usia 18 tahun, mencegah tindak kekerasan kepada perempuan.

Dituturkannya, melalui berbagai lembaga kemasyarakatan yang ikut workshop bisa menyampaikan berbagai hal terkait mendorong rendahnya AKI.

Selain itu hadir narasumber dari KPPAP RI, Dewi serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dan DPPAP Kepri. Di dunia kebidanan, penyebab kematian ibu dirumuskan sebagai 4 Terlalu 3 Terlambat, yaitu, terlalu muda (<20 tahun). Terlalu tua (>35 tahun).

Terlalu sering atau banyak anaknya (>3 anak). Terlalu dekat jarak kelahirannya (< 2 tahun).

Terlambat mengambil keputusan. Terlambat sampai di fasilitas kesehatan. Terlambat mendapatkan pertolongan.

Karena sudah terlambat sampai sehingga dalam penanganannya pun terlambat juga. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here