Angkat Tradisi Adat dan Budaya Melayu

0
1267
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun beserta istri foto bersama dengan kedua mempelai, kemarin. f-istimewa

Dari Resepsi Ngunduh Mantu Sekdaprov Kepri di Tanjungpinang

Mulai dari khatam Alquran, makan beradab sampai dengan berzanji menyelimuti kemeriahan acara ngunduh mantu anak Sekdaprov H TS Arif Fadillah di Asrama Haji Tanjungpinang, sejak Minggu malam sampai Senin (26/2)pagi.

TANJUNGPINANG – Hampir sebagian besar para pejabat teras, pengusaha hingga pegawai di kabupaten/kota datang memberikan doa restu kepada pasangan Said Faisal dan Aisha Nadira.

Sejak pagi Senin (26/2) kawasan Gedung Asrama Haji Tanjungpinang sudah mulai ramai. Meskipun pagi itu acara dimulai pukul 10.00 pagi. Namun sederet papan bunga ucapan selamat dari pada kolega, sudah berjejer di kawasan Jalan Ahmad Yani itu. Sebelum acara dimulai, keluarga besar Said Faisal dan Aisha Nadira tampak sudah lebih dulu berada di dalam Gedung Asrama Haji. Tampak Said Faisal tetap mengenakan seragam khas Purna Praja. Sedangkan Aisha tampak cantik mengenakan gaun bercorakkan warna pink.

Sebelum acara pedang pora dimulai yang langsung dipimpin Gubernur Kepri Nurdin Basirun yang juga sebagai inspektur upacara, acara adat khas Melayu Kepulauan Riau lebih dulu diselenggarakan.

Mulai dari tepuk tepung tawar, makan beradap, khatam Alquran, slawat dan berzanji. Kemudian, walaupun sudah melangsungkan pernikahan di Bukit Tinggi, Sumbar namun, prosesi acara adat masih tetap dilangsungkan. Demi menjaga khazanah Islam.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri H Abdul Razak AB menyampaikan, proses acara ngunduh mantu keluarga besarnya masih menjaga kekhasan budaya dan adat istiadat masyarakat Kepri.

”Seperti budaya tepuk tepung tawar, arak mengarak pengantin, disambut silat hingga makan beradab atau berindang. 90 persen adat istiadat Melayu, berbeda di acara akad, mereka, di sini sangat terlihat sekali adat kita,” terang Abdul Razak saat ditemui di lokasi acara ngunduh mantu keluarga besar Said Faisal dan Aisha Nadira.

Tak hanya ketua LAM Abdul Razak, Tampak hadir mantan Menteri Agama RI prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al Munawwar. Ulama besar Indonesia itu pun tak sekedar hadir sebagai tamu undangan, melainkan juga mendapat kesempatan memberikan petuah nasehat dalam berumah tangga kepada kedua mempelai.

Prof Said Agil memaparkan tentang bagaimana menjaga keluarga yang mengedepankan, sakinah, mawaddah dan warahmah. Di depan seluruh yang hadir, dirinya sempat mendoakan, kedua mempelai serta memberikan ucapan selamat menempuh hidup baru.

Tak hanya Prof Said Agil, melainkan juga pejabat nomor satu di Kepri, Nurdin Basirun. Nurdin turut juga memberikan sambutan di depan seluruh tamu undangan yang sudah memadati Gedung Asrama Haji hingga siang itu.

Nurdin berpesan, agar pasangan Said Faisal dan Aisha Nadira selalu menjaga kerukunan rumah tangga, serta menjadi pasangan berbakti tidak hanya kepada keluarga melainkan lingkungannya.

Nurdin pun memberikan ucapan, doa dan restu terhadap putra kandung keluarga TS Arif Fadillah dan Supadria tersebut. Hingga menjelang sore, tamu kehormatan terus berdatangan.

Tak hanya Kapolda Kepri Irjen Pol Didit Widjanardi, melainkan tampak hadir Wali Kota Batam M Rudi, kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Mantan Gubernur Ismeth Abdullah beserta istri, mantan penjabat Gubernur Agung Mulyana, Kepala Kanwil Bank Indonesia Kepri Gusti Raizal Eka Putra, Bupati Natuna Hamid Rizal.

Penjabat Wali Kota Raja Ariza, Mantan Wali Kota Tanjungpinang H Lis Darmansyah, hingga jajaran anggota DPRD Kepri, Abdul Rahman Ls, Syarafuddin Aluan, Ing Iskandarsyah, Asep Nurdin serta jajaran pimpinan TNI wilayah Kepri.

Akad nikah dilangsungkan di Masjid Raudhatul Jannah, Gulai Bancah Bukittinggi itu, 16 Februari lalu. Langsung menjadi saksi saat itu Gubernur Kepri H Nurdin Basirun dan Wali Kota Bukittinggi HM Ramlan Nurmantias.

Dengan pernikahan saat itu, Said Faisal Nugraha mendapat gelar dari Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Bukittinggi. Gelarnya adalah Paduko Bandaro Kayo.

Sehari setelah akad nikah, tepatnya Sabtu (17/2) dilangsungkan resepsi yang menggunakan adat Minang. Resepsi berlangsung di Auditorium Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, Bukittinggi.

Tampak Sekda H TS Arif Fadillah memakai pakaian taluak balango dengan kain samping/songket warna merah dengan tenunan pandai sikek Bukittinggi. Sementara Hj Risma Rini mengenakan pakaian bajubasiba kain balapak dibalut telekung di kepala warna kuning emas.

Resepsi di tempat mempelai laki-laki di Tanjungpinang, digelar sesuai adat istiadat Melayu.(SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here