Angkutan Kontainer Kijang Naik 40 %

0
923
CRANE: Sejumlah crane disiapkan di Pelabuhan Barang Kijang untuk membongkar muat barang dari dan ke kapal. Angkutan kontainer di pelabuhan naik 40 persen tahun ini. f-MARTUnas/tanjungpinang pos

KIJANG – Tahun 2017 ini, angkutan kontainer di Pelabuhan Bongkar Muat Barang Kijang naik 40 persen.

GM Pelindo I Tanjungpinang, I Wayan Suryawan pengelola Pelabuhan Barang Kijang mengatakan, tahun 2016 lalu, rata-rata angkutan kontainer yang masuk ke pelabuhan itu sekitar 700 kontainer per bulan.

”Sekarang naik sekitar 40 persen. Satu bulan itu rata-rata mencapai 1.200 kontainer. Itu sudah termasuk untuk ekspor dan impor,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos di pelabuhan itu, Jumat (21/4).

Dijelaskannya, naiknya aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan itu karena ada perubahan pengangkutan moda transportasi barang dari kargo ke kontainer.

Ada beberapa keuntungan mengirim barang pakai kontainer. Tingkat kehilangan rendah, lebih nyaman, lebih cepat dan handling tepat waktu.

Dari Pulau Bintan, barang yang dibawa keluar pakai kontainer kebanyakan getah karet. Sesekali membawa buah sawit.

Sedangkan barang yang masuk ke pelabuhan itu dari berbagai daerah dan kini kebanyakan dari Pulau Jawa. Tujuan ekspor kebanyakan ke Singapura.

Ada pun barang masuk ke pelabuhan itu seperti kebutuhan barang untuk Hypermart Tanjungpinang berupa barang kebutuhan pokok hingga daging segar.

Rata-rata buah yang masuk ke Pulau Bintan menggunakan kontainer. Sehingga kualitasnya tetap terjaga dan menggunakan sistem pendingin tersendiri.

Demikian juga dengan buah dari Singapura dikemas di dalam kontainer serta dilengkapi pendingin.

”Satu bulan, kapasitas area kontainer kita bisa sampai 3.000 teus keluar masuk. Satu kontainer itu sekitar 20 ton,” tambahnya.

Dari 1.200-an kontainer setiap bulan, sekitar 20 persen diantaranya atau sekitar 240 kontainer diekspor atau sekitar 4.800 ton.

Ke depan, pihaknya akan membangun dermaga baru di Pelabuhan Bongkar Barang itu dengan lebar 70 meter dan panjang 100 meter.

Pembangunan pelabuhan itu mengingat saat ini jumlah barang keluar masuk di sana makin tinggi. Material kebutuhan pembangunan bandara di Bintan juga masuk lewat sana.

Di Pulau Bintan, ada dua pelabuhan barang khusus ekspor impor yakni Pelabuhan Kijang dan Pelabuhan Berakit. Sedangkan Pelabuhan Sripayung Batu 6 Tanjungpinang untuk bongkar muat barang antar daerah saja. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here