Animo Luar Biasa Menuju Sekolah Adiwisata

0
648
DIAN FADILLAH

Oleh: Dian Fadillah,  S.Sos

Adiwiyata adalah upaya membangun program atau wadah yang baik dan ideal untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup untuk Cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Sebagai sebuah lembaga, Sekolah tentunya juga menginginkan dan mengharapkan nama Sekolah Adiwiyata dimana sebagai Sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta indah. Kondisi yang dimaksud nerupakan program yang diharapkan seluruh masyarakat di sekitar sekolah agar dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh semua orang termasuk masyarakat.

Adiwisata secara konsep kata menurut Kamus berasal dari 2 buah kata Sansekerta yaitu Adi dan Wisata. Adi berarti sendiri mempunyai arti yaitu besar, agung, baik, ideal atau sempurna sedangkan Wiyata mempunyai makna tempat di mana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika. Adiwisata secara harfiah sebagai tempat yang besar, agung, baik dan indah dimana digunakan oleh seseorang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, norma, dan etika.

Mengapa sebuah sekolah ingin sekali mendapatkan predikat itu dikarenakan sekolah sebagai basis pendidikan berada punya tugas berat membentuk kepeduli dan berbudaya lingkungan siswa sehingga mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan  bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang.

Tentunya semua warga sekolah memiliki tanggung jawab yang sama untuk upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk untuk mendukung pembangunan. Sebagai sebuah sekolah yang selalu bergerak maju secara dinamis tentunya harus mengikuti kebutuhan dan keunggulan agar menjadi daya tarik bagi siswa/I SLTP yang melanjutkan sekolahnya ke tingkat SLTA khususnya Sekolah Menengah Kejuruan.

Prinsip-prinsip Dasar yang harus dimiliki oleh sebuah Program Adiwiyata harus Partisipatif dengan melibatkan manjemen secara keseluruhan dari proses  perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sesuai tanggung jawab dan peranan masing masing. Berkelanjutan dimana kegiatan yang dilakukan terus menerus secara komprehensif sehingga sekolah betul-betul akan mendapatkan Keuntungan.

Keutamaan Program Adiwiyata yaitu Mendukung  pencapaian standar kompetensi/ kompetensi dasar dan standar kompetensi lulusan (SKL) pendidikan dasar dan menengah dengan tentang mengacu kepada konsep sekolah modern dalam mengupayakan program 5 R dalam Lingkungannya secara maksimal menuju Reduce (Mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), Recycle (Mendaur Ulang), Replace (Menggunakan kembali) dan Replant (Menanam Kembali) sehinggan dapat ikut serta dalam melestarikan dan memelihara lingkungan agar tidak rusak atau tercemar seperti Teknik Pembuatan Kompos.

Sebagai sebuah program yang dibuat untuk menuju Sekolah adiwiyata yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Kegiatan sosialisasi yang dilakukan melibatkan masyarakat sekitar tempat sekolah berada yaitu Kp. Wonosari RT 3/RW XI Kel. Batu dengan tema “Menjaga Kebersihan Lingkungan” dengan memberikan bantuan tanaman Tanjung dan Pucuk merah kepada masyarakat dilakukan agar dapat merubah prilaku masyarakat terutama bijak dalam pengelolaan lingkungan sehingga dapat membentuk pribadi berkarakter dan berbudaya lingkungan.

Dalam kegiatan sosialisasi Adiwiyata ini, Tim Adiwiyata yang di ketuai oleh M. Arif Setiawan, SP SMKN 4 Tanjungpinang memberikan bantuan bibit tanaman Tanjung dan pucuk merah kepada warga Kp. Wonosari RT 3/ RW XI Kelurahan Batu 9 diharapkan agar dapat menyadari bahwa lingkungan yang hijau adalah lingkungan yang sehat bagi kesehatan tubuh kita sehingga sikap bijak yang harus dimiliki oleh masyarakat harus ada dalam aktivitas yang dilakukan terutama :

1. Mampu mengelolah sampah rumah tangga dengan baik.
Sampah rumah tangga bukanlah sesuatu yang tidak berguna tetapi jika bisa mengolahnya dengan baik, maka akan memberikan manfaat bagi kita. Sampah anorganik seperti plastik, kaca, karet sintetis , berbagai jenis logam dapat didaur ulang menjadi suatu karya seni yang bernilai tinggi sedangkan sampah organik dari limbah rumah tangga dapat diolah menjadi kompos, sehingga dapat dijadikan pupuk untuk kebutuhan tanamanan masyarakat.

2. Tidak membakar sampah
Adanya sebuah Kebiasaan buruk yang dilakukan masyarakat untuk melenyapkan sampah adalah seringnya melakukan pembakaran yang bukanlah solusi yang baik. Kebiasaan membakar sampah dapat mengakibatkan pencemaran udara terutama menghasilkan gas Karbon dioksida (CO2) yang dapat meningkatkan suhu rata-rata bumi yang kita kenal dengan pemanasan global (global warming). Lebih hebatnya lagi sampah-sampah plastik juga terbawa. Meskipun terkesan sepele ternyata membakar sampah plastik dapat membahayakan kesehatan selain dapat menyesakkan pernafasan. Polusi udara yang terjadi dapat melepaskan zat berbahaya di udara seperti Karbon monoksida, dioksin, furan, volatil maupun partikel bahaya lainnya. Karbon monoksida (CO) merupakan jenis gas tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengiritasi, namun bersifat mudah terbakar dan sangat beracun. Jika kita terhirup dalam jumlah yang banyak , gas ini bersifat mematikan. Gas ini juga dapat menimbulkan gangguan penglihatan dan juga penurunan kesadaran. Berbeda lagi dengan zat Dioksin dan Furan, kedua zat ini ternyata terbukti dapat memicu kanker.

Parahnya lagi, jika terhirup oleh ibu hamil zat ini dapat menyebabkan kecacatan janin. Tidak berhenti sampai di sini, Dioksin dan Furan juga dapat mempengaruhi sistem reproduksi dan hormon tubuh seperti meningkatkan resiko kanker pada laki-laki dan mempercepat pubertas pada anak perempuan. Selain itu pembakaran sampah plastik juga melepaskan volatil yang dapat menyebabkan beragam masalah seperti : kanker, sistem syaraf hingga gangguan asma, saluran nafas dan penyakit paru-paru kronis. Karena itulah ada baiknya kita kurangi penggunaan plastik.

3. Membuang sampah pada tempatnya
Lingkungan merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat besar bagi makhluk hidup. Lingkungan pada hakikatnya merupakan karunia Maha Kuasa yang tak ternilai. Tanpa adanya lingkungan yang sehat maka tidak akan ada kehidupan. Sehingga diperlukan upaya untuk melestarikan dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar dengan sebaik-baiknya. Kita masih sangat prihatin dengan kondisi masyarakat sampai kini, karena masih banyak yang membuang sampah sembarangan seperti di pinggir jalan, di sungai, di laut, di selokan dan dimana pun. Bukan tidak mungkin akibatnya justru dapat merugikan mereka sendiri. Sampah yang menumpuk akan mengalami pembusukan dan menjadi tempat bersarangnya sumber penyakit. Sampah yang dibuang di selokan, lama kelamaan akan menumpuk, menghambat saluran air dan adapat mengakibatkan terjadinya banjir.

Untuk meningkatkan prestasi dan prestise sekolah di masa kini Adiwiyata merupakan salah satu cara yang perlu disikapi bersama sebagai suatu peningkatan untuk cepat diupayakan. Hal itu dianggap penting karena berefek langsung kepada perkembangan kehidupan pendidikan yang bersangkutan dan masyarakat yang ada disekelilingnya. Sebagai contoh apabila pekarangan rumagh kotor maka akan menjadi masalah di keluarga secara sosial di masyarakat yang juga dapat sideeffect tertama apabila disikapi segera akan jadi suatu penilaian negative secara significan. Sebagai contoh tempat itu dianggap jorok apalagi penilaian kepada si tuan rumah pasti tidak jauh berbeda. Pada saat ini setiap daerah sudah menggalakkan kebersihan dengan adanya adipura serta ada yang sampai Adipura Kencana secara berturut turut. Tumpuan harapan utama adalah Orang yang tinggal di lokasi itu akan dijadikan suspect sebagai orang yang pemalas.

Kesegaran di samping kebersihan yang ada juga melingkupi aspek penggunaan tanaman layak tumbuh dan dapat dikonsumsi oleh orang sekitar malahan suatu hasil yang maksimal nantinya mungkin ada yang sampai dijual sehingga mendapatkan hasil yang maksimal dalam pendapatan.

Sekolah dalam hal ini memiik potensi untuk melakukan upaya itu agar memiliki ciri sebagai yang dimaksud. Upaya upaya yang dilakukan sekolah secara maksimal; yaitu mengupayakan gerakan-gerakan kebersihan tadi dengan melibatkan siswa/i sehingga mereka juga sekaligus memahami apa itu Adiwiyata.

Kita harus yakin Tidak ada oang yang terlahir sebagai “Pemalas” dan tidak bisa bekerja dan tentunya juga tidak ada orang yang lahir ingin dan bercita cita menjadi seorang yang jorok tentunya. Sudah kodarat dari setiap manusia yang tentunya terlahir mempunyai sifat rajin dan malas serta kotrol dan rajin secara keseluruhan. Pasti yang bersangkutan sudah berusaha dan mengupayakan tapi masih belum maksimal. Semua alasan jadi tidak berguna apabila sudah mengarah kepada kebutuhan untuk makan dan minum yang secara reaksi tidaklah dapat dittunda tunda. Usaha pasti sudah dilakukan tetapi mungkin masih belum dapat maksimal sesuai dengan yang diinginkan.

Wadah sekolah yang memiliki luas wilayah tanah kosong semetinya dapat diupayakan untuk bernilai ekonomis agar dapat menerima perlakuan positif sesuai dengan porsinya yang tentu saja akan dapat dipublish atau di share dengan pihal lain yang memerlukan sebagai kunjungan stui banding agar setidaknya berpotensi untuk menggiatkan umkm di sekolah meskipun dianggap sampingan belaka untuk sementara waktu dan akan dapat berkembang dan membesar sehingga pemahaman negartif kemapuan sekolah dapat ditingkatkan pola pikirnya .

Pemerintah Pusat melalui pemrintah daerah sudah melihat program itu sebagai alasan bahwa agar pembangunan dan perkembangan daerah dapat teranulir tentunya melibatkan banyak pihak. Suatu sekolah dapat meningkatkan program sekolah sehingga dapat dijalankan dengan selaras. Konsentrasi Adiwiyata SMK Negeri 4 Tanjungpinang yang dipimpin oleh Sulasmi, S.Pd tentunya dikemas dengan melibatkan semua warga sekolah dengan pembentukan kepanitian yang efisien.

Konsep yang sudah direncanakan itu ternyata memberikan respon yang luar biasa dari jumlah kepala keluarga di masyarakat sekitar sekolah pada saat pemberian bibit secara Cuma Cuma pada 2 April 2019 yang lalu. Respon positif masyarakat sekitar itu akan membuat sekolah ke depan semangat mengembangkan program dengan kabupaten Bintan bersinergi dengan Balai Lingkungan Hidup dan Dinas SDA Kota Tanjungpinang.

Beberapa Jumlah bibit pohon sudah mulai dimiliki sekolah sehingga harus dibagi menjadi beberapa gelombang untuk distribusinya. Animo sekolah yang notabene bukan sekolah pertanian tentunya tidak mengurungkan niat sekolah untuk mengupayakn itu secara lebih baik. Orientasi ketidakpandaian sekolah tentunyatidak menjadi penghalang untuk dpat mengkaryakan tanah yang tidak produktif menajdi bbernilai positif.

Kepadatan jumlah siswa temtunay tidka membuat pantia yang dibetuk kewalahan untuk mencoba menganulir itu semua. Setiap orang yang datang tentunya akan dapat melihat secara lebih perspektif kedepan sehingga terciptanya suasana segar dan nyawama padaa saat berada di seoolah. Ini merupakan pemandangan yang meenyegarkan bagi semua orang tentunya.

Segala hal diupayakan untuk melakukan perubahan perubahan agar tidak terjadi kegersangan area yang memang pada saat ini sedang digalakkan dimana manapun di Indonesia. Kesempatan kegiatan ini masih perlu di sosiliasikan lebih maksimal kepada orangtua siswa dan komite agar tercpai tukuan menajdi solah adiwiaya tingkat tabnjungpinang provinsi nasioan dan internasional sebaaimana yang diharapkan bersama.

Konsep Adiwiyata yang visioner ke depan diramu ke dalam kegiatan sederhana yang setidaknya jadi primadona bagi siswa siswi saat ini sehingga untuk dilakukan pengembangan pengembangan penghijauan yang lebih maksimal sehingga dapat menjadi kenangan yang tak terlupakan dari wajah Sekolah ataupun untuk alumni yang akan tamat nantinya.

Pemerintah Daerah Provinsi/ Kabupaten/Kota hendaknya melihat ini sebagai barometer pengembangan kegiatan positif yang perlu dibuat serius dengan membuat kegiatan serupa dengan konsep pertandingan Adiwiyata yang lebih besar. Kegiatan itu dapat melibatkan lebih banyak element masyarakat dan pimpinan daerah terkait yang dilaksanakan pada waktu yang direncanakan.

Visi utama Sekolah pada saatnya nanti bukan hanya terobosan adiwiyata saja yang harus dilakukan. Sekolah dapat berbuat lebih baik dari itu yang secara normatif diharapkan melalui aturan pemetaan lingkungan yang diharapakan secara riil. Majunya suatu daerah sangat didukung oleh seberapa besar sumbangsih element masyarakat dalam keterlibatan secara langsung dan tidak langsung sehingga dapat memberikan konstribnusi proses pembangunan dengan mengakomodir tenaga produktif yang ada. Selamat atas animo besar menuju sekolah adiwiyata terutama lingkungan yang harus kita jaga bersama sesuai dengan momentum yang diinginkan.

Semoga Animo luar biasa sekolah menuju Adiwiyata ini akan dapat terkabul dengan meraih peringkatan yang diharapkan sebagai sebuah kemajuan dalam penilaian sekolah demi kepentingan bersama menuju Sekolah yang sehat dan rindang sebagaimana Tujuan Adiwiyata secara Umum yaitu Membentuk sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang mampu berpartisipasi dan melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan  bagi kepentingan generasi sekarang maupun yang akan datang serta dapat Mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Semoga animo luar biasa Adiwiyata sebagai suatu gerakan bersih bersih yang dilakukan oleh semua warga sekolah dan masyarakat agar menjadikan lingkungan HIJAU SEHAT DAN RINDANG dengan mendapat predikat yang diinginkan. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here