Ansar Ajak Kada Sering Komunikasi

0
801
Ansar Ahmad

TANJUNGPINANG – Nama Ansar Ahmad kembali jadi perbincangan dari mulut ke mulut sejak dirinya disebut-sebut lolos melaju ke DPR RI.

Hasil perhitungan cepat dari para saksi dan rekap formulir C1 Partai Golkar Tanjungpinang, Ansar Ahmad diperkirakan memperoleh 40 ribu suara. Untuk se-Kepri, ia diprediksi memperoleh 120 ribu suara.

Meski demikian, Ansar Ahmad tetap meminta pendukungnya agar menunggu hasil perhitungan KPU dan penetapannya.

Saat berbincang dengan Tanjungpinang Pos, Ansar mengucapkan terima kasih kepada para pendukung maupun tim dan semua pihak yang menyukseskan Pemilu 17 April lalu.

Ia mengaku, dirinya melaju ke DPR RI agar bisa berbuat yang lebih besar untuk Kepri.

Yang terpenting nanti adalah, para kepala daerah (kada) mulai dari bupati, wali kota dan gubernur mau diajak berkomunikasi membahas berbagai persoalan untuk diselesaikan khususnya yang membutuhkan anggaran besar.

Menurutnya, masih banyak persoalan yang perlu diselesaikan di kabupaten-kota di Kepri. Untuk menyelesaikan ini, butuh peran berbagai stakeholder termasuk kepala daerah.

Dicontohkannya, Tanjungpinang kota yang kecil. Tapi penambahan kendaraan terus terjadi setiap bulan. Ke depan, beberapa simpang akan padat dan macet.

Perluasan jalan sulit karena lahan tak ada. Masyarakat akan lama menunggu saat melintasi beberapa traffick lihgt di berbagai titik seperti Batu 6, Batu 8, Pamedan dan lainnya.

Melihat persoalan ini, maka ke depan Tanjungpinang perlu dibangun fly over seperti di Batam. Mewujudkan hal ini membutuhkan anggaran yang cukup besar dan perlu bantuan pusat.

Bila berharap dari APBD Tanjungpinang berat, begitu juga dengan APBD Provinsi Kepri yang kini membangun beberapa proyek strategis.

”Saya bisa bantu komunikasikan ke kementerian terkait namun perlu usulan dari kepala daerahnya,” ucapnya.

Selain itu, dituturkannya untuk lima tahun ke depan perlu dibangun satu lagi jalan lintas barat, kondisi jalan sekarang sempit mengingat pertumbuhan kendaraan dan akses Pelabuhan RoRo.

Juga perlu mendorong percepatan pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) seperti janji yang disampaikan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo saat melaksanakan kampanye umum di Batam beberapa waktu lalu.

Bila ini terwujud, maka aksebilitas perekonomian akan semakin cepat. Selain itu, di Kepri perlu dibangun pusat-pusat pendidikan yang mempersiapkan lulusan siap bekerja. Bukan hanya skala lokal namun juga ke pasar luar negeri.

Menurutnya, banyak orangtua di Kepri khususnya dari pulau-pulau yang tidak mampu menguliahkan anaknya. Ini menjadi tanggung jawab pemerintah memberikan mereka skill yang siap bekerja.

Misalnya pusat pelatihan bidang perhubungan, kapten kapal karena selama ini, anak Kepri harus ke Aceh, Semarang, Sulawesi dan Papua.

”Pemerintah pusat yang bangunkan sekolah-sekolah perkapalan di provinsi tersebut, maka di Kepri juga perlu dibangun,” ucapnya.

Ia mencotohkan, pembangunan sekolah Kampus Sahid Bintan Tourism Institute (SBTI) dampaknya kini sudah dirasakan. Banyak lulusan yang sudah keterima bekerja di luar negeri.

Bahkan ia mengaku berjumpa dengan beberapa orangtua yang bersyukur anaknya lulusan sekolah tersebut.

“Saya melihat orangtuanya senang, sebab anak-anak nya sudah bekerja di luar negeri, gaji nya puluhan juta,” ucapnya.

Ansar mendorong di Kepri akan dibangun pusat-pusat pelatihan mencetak pekerja.

Ia juga menuturkan, selain itu, di Tanjungpinang ada sekolah keperawatan namun masih umum. Didorong minimal dua khusus mempersiapkan SDM yang mampu berbahasa Inggris dan terlatih agar bisa menembus pangsa luar daerah.

”Misalnya menerima lima kelas, maka minimal dua kelas harus ada yang khusus,” tuturnya.

Sesuai komunikasi dengan beberapa dokter Singapura yang berkunjung ke Bintan beberapa waktu lalu, menurutkan mengurangi tenaga kerja medis seperti bidan dan perawat dari Philipina. Mereka membuka peluang dari Kepri.

”Ini peluang. Maka kita perlu siapkan SDM nya. Bahkan para dokter di sana juga mau mengajar di sini. Maka perlu dijalin kerja sama mendatangkan mereka mengajar,” paparnya.

Menurutnya hal ini bukan tidak mungkin, tergantung kepala daerah membangun komunikasi. Bahkan anak-anak lulusan khusus yang nanti dicetak bisa bekerja di seluruh negara mengingat Indonesia memiliki duta-duta besar di berbagai negara.

Untuk Anambas dan Natuna, menurutnya selain membangun akses transportasi juga perlu pengembangan pariwisata lain lainnya.

Ke depan, dituturkannya, Bintan hanya sebagai pintu masuk namun para turis juga harus di bawa berkunjung ke lokasi pariwisata lainnya seperti Anambas dan Natuna.

Begitu juga dengan Lingga, masih banyak potensi yang perlu digali. Persoalannya kini bertajuk Bunda Tanah Melayu namun masih perlu pembenahan serta penyediaan sarananya.

Terkait perolehan suara, Ansar menuturkan paling besar dari warga Bintan hampir 50 ribu suara. menyusul Tanjungpinang dan Batam, masing-masing 40 ribu. Sedangkan daerah lainnya juga ada, diprediksi minimal 5 ribu per daerah.

“Kami belum bisa sampaikan angka pastinya, namun menurut data dari saksi-saksi demikian,” paparnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here