Antara Basuki Rahmad dengan Balap Liar

0
903
Dvi Afriansyah

Oleh: Dan Riskal
Mahasiswa Fakultas Ilmu Pemerintah Stisipol Raja Haji Tanjungpinang

Kenakalan di Tanjungpinang identik dengan kegiatan di Jalan Basuki Rahmad pada malam hari. Lokasi ini selalu menjadi tempat berkumpul remaja. Sayangnya kegiatan yang dilakukan meresahkan orang banyak. Lokasi ini dijadikan tempat balapan liar.

Umumnya warag Tanjungpianng mengetahui loaksi ini menjadi tempat kumpulnya anak-anak yang suka balap liar, terlebih di malam minggu atau malam liburan.

Tidak hanya pelaku balap liarnya saja yang sering ngumpul, namun remaja lainnya malah menjadikan kegiatan yang dilarang ini menjadi tontonan, hingag sisi jalan raya selalu ramai karena menyaksikan aksi balap liar.

Meski polisi sering melakukan patroli, namun saat polisi pergi, mereka kemali kumpul di lokasi ini. Padahal, kegiatan ini sangat membahayakan keselamatan pengendaranya dan warag sekitarnya. Sudah banyak korban yang jatuh bahkan sampai meninggal dunia, namun aktivitas yang dilarang ini amsih terus berlangsung.

Remaja yang sering terlibat dalam balap liar ini, tidak hanya dari siswa SMA saja, ada juga yang masih duduk dibangku SMP.

Ini semua terjadi, karena lemahnya peran orang tua dalam mengawasi anaknya. Pemerintah Kota dan pihak kepolisian mestinya bergandengan untuk memberantas aktivitas remaja yang membahayakan jika pelajar dan warga ini.

Pada 2015 silam pihak kepolisian tampak tegas menindak pelaku balap liar. Sepeda motor yang berhasil ditangkap langsung dibawa ke polres dan dirantai serta tidak boleh diambil setelah sebulan disita polisi.

Sejak kejadian itu aktivitas balap liar langsung berkurang drastis.
Namun saat ini, balap liar kembali marak. Malam polisi yang melakukan patroli hanya lewat saja hingag tidak ada efek jera dari pelaku balap liar.

Aksi balapan ini sudah jelas melanggar Undang-Undang No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Hal ini sangat membahayakan kalangan remaja yang merupakan generasi penerus bangsa. Banyak remaja yang lebih menuruti egonya dari pada keselamatan dirinya. Sebagai negara hukum Indonesia telah mengeluarkan peraturan hukum yang mengatur lalulintas. Di dalamnya terdapat ketentuan larangan melakukan balapan liar yaitu Pasal 115 dan Pasal297 tentang ketentuan pidana melakukan balap liar UU LLAJ.

Sudah banyak cara yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mencegah aksi balap liar ini. Namun, upaya itu belum juga membuahkan hasil karena aktivitas tersebut masih saja berlangsung.

Tentu saja, jika setiap orangtua meningkatkan perannya dalam mengawasi anak-anaknya, tentu masalah ini akan selesai. Diantaranya, melarang anaknya keluar dimalam hari jika tak ada keperluan. Akibat lemahnya peran orang tua ini membuat anak lebih banyak berada di luar daripada berada di lingkungan keluarganya. bahkan, anak-anak remaja kini banyak berada di lokasi yang tidak baik bagi merekja.

Selain pentingnya peran dari orang tua, peran masyarakat di sekitar jalan Basuki Rahmat juga sangat membantu untuk mengawasi anak-anak muda yang sering nongkrong di Jalan tsb. Masyarakat di sekitar seharusnya lebih memerhatikan apa saja kegiatan yang dilakukan oleh anak-anaknya terutama saat malam hari.

Kondisi balap liar ini sudah semakin parah. Pemerintah harus bisa cepat mencari jalan keluarnya agar aktivitas yang meresahkan itu tidak terjadi lagi. Balap liar ini sendiri merupakan salah satu bentuk kenakalan bagi remaja. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here