Antara Jembatan Babin dengan Wacana Indosing

0
702
Desvita Cristina Simanjuntak

Oleh: Desvita Cristina Simanjuntak
Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara, FISIP, UMRAH

Jembatan adalah suatu konstruksi atau bangunan yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai, danau, saluran irigasi, jalan kereta api, jalan raya yang melintang tidak sebidang dan lain-lain.

Belakangan ini muncul wacana pembangunan jembatan yang akan menghubungkan pulau Batam dan pulau Bintan (Babin). Belum terealisasi jembatan babin yang sudah diwacanakan sejak 18 tahun lalu, kini muncul lagi ide membagun jembatan Indonesia-Singapura. Jembatan Babin, rencananya akan dibangun di atas laut yang panjangnya lebih dari 7 km ini akan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi di provinsi Kepulauan Riau. Batam sebagai pusat industrian bisnis, dan Bintan menjadi pendorong sektor pariwisata. Bagaimanapun kedua pulau utama di kepulauan Riau tersebut diuntungkan karena kedekatan dengan geografisnya salah satu dengan pusat kekuatan ekonomi Asia yakni singapura. Pembangunan Jembatan Babin (Batam – Bintan) ini rencananya akan dikerjakan dalam tiga tahapan. Tahap pertama, jembatan dengan panjang sekitar 7 km dari Batam ke Tanjungsauh sepanjang 2,124 km. Kemudian dari Tanjungsauh ke Pulau Buau sepanjang 4,056 km dan dari Pulau Buau ke Bintan sepanjang 855,3 meter. Apakah memungkinkan ya Batam atau Bintan terhubung dengan jembatan ke Singapura?

Kita boleh berandai-andai jika ada sebuah jembatan yang menghubungkan Batam atau Bintan ke Singapura tentu sektor ekonomi akan tumbuh dengan lebih signifikan. Negara bagian Johor di Malaysia menjadi kawasan yang tumbuh dan maju begitu cepat, salah satunya karena kedekatan geografis dengan singapura dan dua jembatan yang menghubungkan kedua Negara. Malaysia terus membangun Johor dengan kota-kota mandiri yang modern, pusat bisnis dan industri dan pariwisata untuk menampung skill over dari singapura yang sangat dekat. Dan pastinya jembatan Batam-Singapura akan sangat berpengaruh besar terhadap tingkat impor-ekspor antara Indonesia-Singapura.

Alasan kenapa harus di bangun sebuah jembatan penghubung, sSelain jarak antara kedua pulau yang cukup berdekatan, yaitu karena Setelah China- ASEAN Free Trade Arrangements (AFTA) berlaku, keberadaan Jembatan Batam-Singapura menjadi sebuah kesempatan baru. Ekspor-impor akan tumbuh kencang. Dan untuk memulainya, Indonesia dalam hal ini Kepulauan Riau harus banyak berbenah. Badan pengusahaan (BP) Batam juga menjelaskan pada tahun 2016 Singapura masih menjadi investor terbesar di Batam. Sejak Batam dibuka pada tahun 1971 untuk investasi asing hingga sekarang, Singapura telah menanamkan modal sebesar US$ 125,12 Miliar atau 26,39 % dari total investasi. Akan tetapi banyak kalangan masyarakat yang tidak setuju akan adanya rencana pembangunan jembatan ini, beberapa ada yang menyebutkan bahwa akan menguntungkan Singapura saja, dan juga ada yang mengatakan bahwa jembatan tersebut jelas akan mengganggu lalu lintas disalah satu rute kapal terpadat didunia dan kapal ferry Batam akan menurun 50%.

Selanjutnya jika benar-benar terlaksanakan jembatan antara Batam-Singapura, konsep yang dipakai bisa berupa jembatan kombinasi antara Cable-Stayed Bridge dan Beam Bridge (Jembatan Grider) yang terbentang sepanjang 10 km serta 11 km terowongan dalam laut yang di bangun melewati perbatasan kedua negara.

Jika jembatan Batam dan Bintan sudah terealisasi, maka bukan tidak mungkin Indonesia mendapatkan kemungkinan keuntungan yang melimpah. Johor Malaysia yang memiliki letak geografis dengan Singapura pun telah menunjukkan efek positif dari sektor wisata. Menurut data Malaysia Tourism sendiri ada 13 Juta wisatawan dari Singapura yang masuk ke Malaysia di tahun 2017 sedangkan hanya ada 2 juta wisatawan asing yang datang ke Batam. Jika ada rencana pembangunan jembatan Indonesia-Singapura tentu akan ada angin segar di pariwisata Indonesia.

Hal seperti itu harus dapat diwujudkan, kedua Negara pasti sangat diuntungkan dengan adanya jembatan yang terintegrasi, selain itu faktor keamanan juga harus dipertimbangkan, semakin mudah diakses diharapkan semakin ketat juga penjagaannya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here