Antisipasi Kebakaran, Polres Tanjungpinang Gelar Apel Terpadu

0
67
Suasana usai apel antisipasi kebakaran hutan di Mapolres Tanjungpinang Selasa (13/8).

TANJUNGPINANG – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kerap terjadi. Untuk mengantisipasi kebakaran hutan Polres Tanjungpinang menggelar apel Terpadu Kesiapan Penanganan Karhutla di halaman Polres Tanjungpinang bersama seluruh instansi dan elemen masyarakat.

Menurut Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi S.ik, MH yang diwakili oleh Waka Polres Tanjungpinang Kompol Agung Gima Sunarya, S.ik, apel Terpadu Kesiapan Penanganan Karhutla itu dilakukan dalam rangka mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan di wilayah Kepulauan Riau khususnya Kota Tanjungpinang.

“Kebakaran hutan mesti cepat diantisipasi oleh seluruh elemen. Agar api cepat  dipadamkan, bahkan bisa dicegah,” katanya saat memimpin Apel, Selasa (13/8) pagi.

Apel Terpadu Kesiapan Penanganan Karhutla itu di diikuti sejumlah instansi yang dibagi dalam 3 Kompi yaitu Kompi I gabungan Personel TNI, Kompi II Personel Polres Tanjungpinang dan Kompi III gabungan Personel dari Basarnas, Satpol PP, Tagana, Dinsos, BPBD, BMKG, Dinas Kehutanan dan Damkar.

Tujuan apel Terpadu Kesiapan Penanganan Karhutla itu, sambung Wakapolres,  agar semua bersama-sama menyamakan langkah, serta menyatukan tekad untuk saling membahu dalam mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan di Kota Tanjungpinang.

“Dampak kebakaran hutan dan lahan seluruh provinsi di Indoneisa pada tahun 2015 menyebabkan kerugian yang tidak sedikit baik materil maupun imateril dan ini sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional dan juga kesehatan manusia karena udara tercemar akibat asap hutan dan lahan yang terbakar,” sebutnya.

Menurutnya, uUntuk mengantisipasi dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan, harus bersinergi semua pihak, baik itu pemerintahan,swasta dan masyarakat Kota Tanjungpinang.

“Selain itu, perlu menyiapkan sarana dan prasarana berupa alat pemadam kebakaran dan alat alat lainnya yang diperlukan agar langkah antisipasi maupun mitigasi tidak kendor dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan yang menjadi atensi Nasional ,” kata Agung.

Diterangkan Agung lebih jauh, upaya preventif yang dilakukan saat ini dengan pendekatan secara halus dan bertahap secara terus menerus agar masyarakat dapat menyadari pentingnya kelestarian hutan dengan cara tidak membakarnya, 

“Tujuan upaya preventif itu dilaksanakan, untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat agar permasalahan kebakaran hutan dan lahan bisa ditanggulangi sedini mungkin sebelum terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” terangnya.

Dirincikan Agung, sedikitnya empat  aturan yang melarang warga melakukan pembakaran lahan, yakni : UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, UU nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan, UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan pasal 187 KHUP.

“Untuk itu saya mengajak, seluruh jajaran pemerintah, swasta dan segenap Masyarakat untuk lebih peduli lingkungan  dan bersama-sama bekerja lebih keras, cerdas dan tuntas untuk berpatroli melakukan kegiatan  mensosialisasikan seruan  atau larangan kepada seluruh masyarakat  untuk tidak membakar hutan dan lahan, serta upaya-upaya produktif yang dapat mencegah dan mengurangi kebakaran hutan dan lahan di Kota Tanjungpinang,” imbaunya dalam rilis yang dikirim PLH  Kasubbag Humas Polres Tanjungpinang IPDA Syamsuriya, S.Sos,M.Si. (rls/jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here