Antisipasi Pelecehan, Siswi Ikut Belajar Silat

0
329
EKSTRAKURIKULER: Siswa-siswi SMPN 11 Tanjungpinang sedang mengikuti ekstrakulikuler silat di lapangan sekolah. f-yoan/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – MENHINDARI tindakan pelecehan dan kekerasan kepada para pelajar putri, maka beberapa sekolah di Tanjungpinang menyarankan para siswi untuk mengikuti ekstrakurikuler silat sebagai bekal untuk menjaga diri. Salah satu sekolah yang menerapkan itu, SMPN 11 Kota Tanjungpianng. Kepala SMPN 11 Tanjungpinan, Dr Mulya Wiwin menyampaikan kegiatan tersebut akan sangat bermanfaat kepada para siswi, selain juga dikuti para siswa. Ini sebagai kesiapan mental dan kemampuan teknik siswa terhindar dari tindak keekrasan atau pelecehan. ”Memiliki keahlian silat sebagai bekal untuk melawan hal yang tak baik, bukan digunakan untuk menyakiti sesama,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Siswa dan siswi diminta bisa memahabi bahwa ilmu silat dipergunakan jika ada tindakan jahat yang datang. perkelahian seharusnya di Khusus SMPN 11 Tanjungpinang siswa putri diwajibkan untuk mengikuti ekstrakulikuler silat. Pengajar merupakan atlit dari perguruan Teratai Merah Tanjungpinang. Guru SMPN 11 Tanjungpinang, Sugianto juga mengatakan hal serupa. Bahwa siswi perlu memiliki keahlian bela diri guna menjaga diri. Menurutnya, tindak kejahatan bisa datang kepada siapa saja, kapan dan dimana saja. Untuk itu, jika sudah punya keahlian minimal bisa menjaga diri.

Harus diakui, tindak pelecahan dan kekerasan pada anak usia dini juga sering terjadi. perlu peran seluruh lapisan untuk mengantisipasi. Peran sekolah dengan memberikan pilihan kepada siswa-siswi mengikuti latihan silat di luar jam sekolah. Salah Satu pelatih silat Teratai Merah, Masuhendra menyampaikan bahwa tidak ada perbedaan materi silat untuk pelajar SMP dengan yang umum, hanya saja beda porsi waktu. Para siswa jadwalnya di padatkan, karena hanya dilatih sekali seminggu dengan durasi du ajam. ”Siswa SMPN 11 latihannya setiap Hari Rabu, dan biasanya materinya langsung dipasatkan,” tuturnya.

Bahkan selain untuk pertahanan diri, kemampuan siswa yang ikut latihan silat tak menutup kemungkinan juga bisa jadi atlit dengan ikut dipertandingkan di tingkat kota, provinsi bahkan naisonal. Data yang dihimpun Tanjungpinang Pos bukan hanya SMPN 11 Tanjungpinang saja yang memiliki ekstrakurikuler silat tetapi juga beberapa sekolah lainnya. Diantaranya SMPN 10, SMAN 2, SMAN 4, SMP Muhammadiya, SMA Muhammadiyah. Begitu juga dengan SMPN 15 Tnajungpinang.

Kepala SMPN 15 Tanjungpinang Farida menuturkan, kini sekolahnya sedang tahap renovasi, jika sudah selesai maka ekstrakurikuler silat akan diterapkan kepada siswa. ”Perlu memberikan kesiapan kepada siswa untuk menghindari tindak kejahatan dengan memiliki ilmu bela diri,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG menyambut baik gagasan pihak sekolah memberikan ekstrakurikuler kepada siswa. Selain sebagai pertahanan diri, silat juga sebagai olahraga yang bergensi dan dipertandingkan. ”Bisa jadi siswa-siwi yang dilatih menjadi atlit,” ungkapnya. Ia mengaku mendukung penuh kegiatan positif yang dilaksanakan parra pihak sekolah.(YOAN S)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here