Anton Kabur ke Tiongkok

0
942

Kristina selaku istri dari terpidana Yon Fredy alias Anton diperiksa Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Rabu (22/11). Kristina diperiksa polisi karena Anton menghilang saat akan dieksekusi sesuai dengan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA).

TANJUNGPINANG – Kristina diperiksa selama 4,5 jam di kantor Kejari Tanjungpinang. Ia di cecar dengan 12 pertanyaan. Pertanyaannya seputar keberadaan Anton.

Kasi Pidum Kejari Tanjungpinang Supardi mengatakan, dari keterangan istrinya, Anton saat ini sedang berada di Cina untuk berobat. Sebelumnya terpidana berobat di Malaysia.

Supardi menyebutkan, pencekalan terhadap Anton sudah keluar, namun pada saat surat turun, terpidana sudah keburu kabur ke Cina atau Tiongkok. Saat inipun pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk mengecek tanggal berapa Anton ke luar negeri.

Baca Juga :  Forum RT/RW Tolak Pembubaran RW

Menurut Kristina ke Jaksa, terpidana saat ini masih menunggu kesembuhan karena sakit di bagian tenggorokan. ”Dia akan pulang setelah sembuh tenggorokannya karena operasi. Dia operasi karena suaranya hilang,” jelasnya.

Kata Supardi, keluarga Anton menjanjikan akan mengantarkan Anton ke kejaksaan saat yang bersangkutan sudah sampai di Indonesia. ”Kita memanggil istrinya untuk mengkonfirmasi keberadaan Anton, setelah sembuh baru pulang ke Indonesia,” sebutnya.

Sebelumnya, Anton dinyatakan buron oleh Kejari Tanjungpinang melalui surat No 66 tahun 2017 tanggal 7 November 2017. Status buronan ditetapkan setelah jaksa dari Kejari Tanjungpinang gagal mengeksekusi putusan MA.

Baca Juga :  Ratusan Atlet Panahan Ikut Kejuaraan di Perpani

Pihak Kejari Tanjungpinang sudah datang ke rumah Anton di Batam. Namun, jaksa tidak diizinkan masuk ke rumah. Bahkan, surat tanda terima dari jaksa diteken dari balik pagar.

Terkait dengan terbitnya DPO Anton tersebut, kejaksaan Supardi menyatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan kepolisian untuk mencari dan menangkap Anton. Meski begitu, kejaksaan mengimbau Anton agar segera menyerahkan diri.

Supardi menjelaskan, saat ini juga Kejari Tanjungpinang meminta bantuan dari Adhyaksa Monitoring Center (AMC) untuk melacak atau mencari posisi keberadaan Yon Fredy alias Anton untuk dilakukan eksekusi.

Baca Juga :  Pemko Buka Lelang Sembilan Jabatan

Upaya pemanggilan tersebut terkait pelaksanaan eksekusi terhadap putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) RI dengan nomor register 835/K/Pid/2017. Majelis Hakim MA akhirnya menjatuhkan vonis selama satu tahun penjara terhadap Anton.

Namun pada panggilan pertama, kedua hingga ketiga terhadap Anton, ternyata tidak datang. Merujuk UU Nomor 16 tahun 2014 Pasal 30 huruf (b) menyebutkan, jaksa melaksanakan penetepan hakim dan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. (RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here