Anton Pelarian, Hendrisen Ditahan Polres

0
380
TRUK milik Awi ditahan Polres karena menambang bauksit ilegal di Tanjungmoco-Dompak, belum lama ini. f-raymon/tanjungpinang pos

Dua bos lobindo bermasalah secara hukum

Dua pimpinan PT Lobindo bermasalah dengan hukum. Sebelumnya mantan Dirut Lobindo Yon Fredy alias Anton sudah divonis penjara satu tahun akibat penipuan terhadap PT Gandasari, namun Anton sampai kini masih pelarian.

TANJUNGPINANG – KEMUDIAN, sebagai pengganti Anton, juga bermasalah dengan hukum yakni Hendrisen. Kali ini, Hendrisen bukan bermasalah dengan PT Gandasari, namun ia terlibat bersekongkol dengan Awi alias Weidra yang bermasalah di Tanjungmoco Dompak.

Awi berusaha mengeluarkan bauksit dari Tanjungmoco meski belum ada izin. Akibatnya, Awi diamankan Polres Tanjungpinang berikut alat berat yang disewanya, maupun truk dan tongkang.

Hendrisen kerja sama dengan Awi. Hendrisen menggunakan izin operasi Lobindo dipinjamkan ke Awi. Hanya saja, izin tersebut tempatnya sudah ditetapkan di Kijang, Bintan. Masalahnya, izin tersebut digunakan di Tanjungmoco, Dompak, Tanjungpinang. Hendrisen sendiri sudah diperiksa sejak, Jumat (9/2) lalu dan berlanjut hingga, Sabtu (10/2) sore. Malam itu juga, Hendrisen ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahap Polres.

Kepada wartawan, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardyanto Tedjo Baskoro membenarkan penahanan itu. ”Beliau sudah ditetapkan (tersangka),” ujar Kapolres, Sabtu lalu.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Dwihatmoko belum bersedia memberikan banyak keterangan soal penahanan ini. ”Besok pagi saja, benar sudah diamankan, saat ini masih proses,” ucap Dwihatmoko saat dihubungi via ponselnya.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri Amjon menyebutkan yang berhak menindak dan mengambil langkah hukum atas pertambangan ilegal adalah pihak kepolisian.

”Kami (Pemerintah) hanya bisa memberikan peringatan dan juga mencabut izin yang telah diberikan kepada pihak pengusaha tambang, apabila melanggar aturan,” kata Amjon di Tanjungpinang, Minggu (11/2).

Lebih lanjut ia menambahkan, bagi masyarakat yang mengetahui adanya aktivitas pertambangan ilegal atau ada kegiatan pertambangan yang dapat meresahkan masayarakat, silahkan untuk melaporkan ke pihak pemerintah atau langsung ke kepolisian.

Bila melapornya ke pemerintah atau ke Dinas ESDM maka laporan itu akan diteruskan ke pihak berwajib. Sebab, pihaknya untuk menindak tidak ada kewenangan selain hanya memberikan teguran bila membandel, maka izin yang ada akan dibekukan atau dicabut.

”Sama halnya seperti kasus di Kabupaten Anambas karena ada kejadian penolakan dan terjadinya kerusuhan di area pertambangan, maka izin yang dipegang perusahaan tersebut dibekukan atau dicabut sementara,” ujarnya.

Terkait maraknya kembali pertambangan bijih timah di Kabupaten Bintan, dirinya sudah mendengar dan hal ini sudah dilakukan peninjauan di lokasi yang disinyalir sebagi tempat tambang tersebut. Sedangkan hal ini, dirinya menyampaikan segera menyurati aparat kepolisian untuk menyelidiki.

Sebelumnya pihaknya sudah menghentikan tambang yang dilakukan PT. ADS karena memang perusahaan ini melakukan di luar peruntukannya dengan melakukan penggalian tambang, bukan sekedar ekplorasi pengkajian kandungan mineralnya. ”Pada saat itu tim kita turun langsung kelapangan dan menghentikan pertambangan tersebut karena sudah menyalahi aturan,” jelasnya.

Terkait dengan kembali adanya pertambangan bijih timah yang kembali terjadi dan membuat resah masyarakat Bintan. Pihaknya sudah menugaskan tim untuk memantau di lokasi tersebut.

”Kita akan pantau lokasi tambang itu dan nantinya bila ada terbukti akan memanggil pengusaha itu bila membandel akan melaporkan ke pihak berwajib untuk menghentikannya,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya Polda Kepri menggesa proses penyelidikan dugaan penambangan bijih timah secara ilegal milik PT ADS (Adi Dwi Sukses) beroperasi di Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluk Sebung, Kabupaten Bintan. Aktivitas tambang ini dianggap menyalani izin, karena hanya mengantongi izin eksplorasi, bukan izin produksi.

”Saat ini masih proses lidik,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri Kombes Budi Suryanto di Mapolda.(SUHARDI-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here