Antrean Mutasi Kartu ATM Mengular

0
753
NASABAR antre di BRI Cabang Nagoya untuk mengganti ATM lama ke ATM yang pakai chip, Senin (26/3).f-martua/tanjungpinang pos

Ketika Skimming Meresahkan Nasabah BRI

Pascapembobolan rekening nasabah BRI yang heboh belakangan ini, nasabah bank tersebut ramai-ramai mendatangi bank untuk mengganti ATM mereka dan menggantinya dengan ATM yang memiliki chip, Senin (26/3).

BATAM – SEPERTI terlihat di Cabang BRI Nagoya, nasabah mengular di kantor itu untuk mengurus ATM yang baru. Dengan menggunakan ATM memiliki chip, pembobolan rekening disebut bisa dihindari.

Kepala Cabang BRI Nagoya Batam, Rory L Toruan, mengatakan, mereka sudah melayani penggantian kartu ATM pada Sabtu dan Minggu, sebanyak 580 unit. ”Kalau yang sudah kami layani penggantiannya sebanyak 580 hanya untuk Batam Nagoya. Ini yang kami ganti kartunya,” katanya.

Menurutnya, terkait pergantian itu, dinilai tidak masalah. Mutasi kartu dinilai lebih baik karena akan melindungi nasabah. ”Nasabah datang karena khawatir tidak bisa mendeteksi mana skimming dan mana yang lain. Biar kartunya terjaga,” sambung Rory.

Baca Juga :  Nurdin Lanjutkan Program RTLH

Menurutnya, dengan kartu yang baru, bisa mendeteksi aktivitas skimming. Namun diyakini, jika kartu yang dikeluarkan BRI sesudah tahun 2015, tidak ada masalah. ”Kalau kartu baru, tidak terdata mereka. Karena kalau kita lihat kasus kemarin, terjadi mulai 2015-kan. Mereka kumpulkan data, mereka ngerjain,” sambungnya.

Terkait dengan antrean yang mengular di BRI Nagoya, diakui Rory, tidak mengganggu kegiatan pelayanan lainnya. Hanya saja, kegiatan pelayanan penggantian kartu ATM lebih banyak di konter lainnya. ”Tapi kejadian yang terjadi tidak mengganggu pelayanan. Ini karena Dari antara semua bank yang paling siap kami,” ujar dia.

Untuk penggantian kartu juga, BRI diakui siap. Sementara terkait dengan gangguan di ATM hingga nasabah tidak bisa mengambil dana, pihaknya minta maaf. Namun gangguan di ATM disebut dilakukan lebih pada antisipasi, menghindari nasabah dari skimming.

Baca Juga :  121 CPNS Pemko Tanjungpinang Mulai Tes SKB

”Kalau terjadi kejadian, sehingga tidak bisa ambil duit sabtu dan minggu kemarin, kami mohon maaf. Tapi itu kami ambil langkah, dari pada nanti terjadi apa-apa. mohon sabar kepada nasabah, kalau tidak bisa menggunakan kartu ATM, bisa menggunakan buku tabungan sementara,” kata Rory.

Ditanya penggantian kartu ATM di semua cabang di Batam, diakui sudah ribuan. Namun dia mengaku tidak ingat angka pastinya, karena bukan kapasitasnya juga untuk menyampaikan. Namun disebutkan, kartu baru yang memiliki chip itu, merupakan program BRI melindungi nasabah.

”Tapi data yang saya tahu, kemarin sudah ribuan. Termaksud ada juga yang melakukan penonaktifan. Ada 580-an orang yang menonaktifkan kartu biar tidak kena skemmer. Itu langsung kita ganti password,” imbuhnya.

Baca Juga :  Sepakat Gaungkan Kepri Bedelau

Maraknya kejahatan dengan modus skimming yang menguras uang milik nasabah mendapatkan perhatian serius dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK. Skimming adalah tindakan pencurian informasi kartu debit atau kredit dengan cara menyalin informasi yang terdapat pada strip magnetik kartu debit atau kredit secara ilegal untuk memiliki kendali atas rekening korban.

Bagi nasabah sendiri juga harus hati-hati saat menarik uang tunai khususnya di ATM yang lokasinya sepi dan tidak ada penjagaan. Pastikan di tempat ATM itu tidak ada yang mencurigakan dan yang penting seringlah ganti PIN ATM.(MARTUA)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here