Aparat Sweeping Pil PCC di Apotek

0
656
CEK: Salah satu petugas dari Dinas Kesehatan saat melakukan razia obat PCC di salah satu opotek, belum lama ini.F-istimewa/dinkes Tanjungpinang

Untuk mengantisipasi peredaran obat Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) di Kota Tanjungpinang, petugas kepolisian, BNN dan Dinas Kesehatan Tanjungpinang merazia sejumlah apotek di pusat perkotaan Tanjungpinang, Sabtu (24/9). Ada 13 Apotek yang didatangi aparat.

TANJUNGPINANG – Di internal Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang juga telah mendatangi enam apotek sebelum tim gabungan turun. Hasil razia, ternyata tidak ada pil PCC dijual di apotek.

”Razia kita ke apotek ini, untuk memastikan pil PCC tidak beredar di Tanjungpanng. Soalnya kalau disalahgunaan, bisa membuat orang berhalusinasi tingkat tinggi. jangan sampai peristiwa di Kendari, Sulawesi Tenggara terjadi di Tanjungpinang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Rustam, kemarin.

Menurut Rustam, pil PCC ini dikenal sebagai obat anti nyeri oleh sebagian orang. Kalau dikonsumsi berlebihan bukan hanya menganggu saraf otak, kecanduan tapi dampaknya orang yang memakai pil PCC ini berhalusinasi tingkat tinggi. Bisa saja penguna PCC berada di jalan, ia melihat jalan itu seperti kolam renang. ”Jalan dikira kolam, itulah akibat berhalusinasi tingkat tinggi,” bebernya.

Baca Juga :  76 Petenis Rebut Hadiah Rp 22 Juta

Kata dia, PCC sangat berbahaya bila dikonsumsi berlebihan. Misalnya, paracetamol merupakan obat yang berkhasiat analgetik dan antipiretik. Obat ini dijual bebas di apotek dan biasanya digunakan untuk mengatasi demam, sakit kepala, sakit gigi, dan segala nyeri lainnya.

”Analgetik merupakan obat penghilang rasa sakit, sementara antipiretik merupakan obat penurun suhu badan. Jadi paracetamol bisa digunakan untuk menghilangkan nyeri dan menurunkan suhu badan pada anak maupun orang dewasa,” bebernya.

Mengenai efek samping penggunaan paracetamol, kata Rustam menyebutkan ruam, hipotensi, atau tekanan darah rendah serta alergi dan kesulitan bernapas, namun hal itu jarang terjadi. Salam jangka panjang, penggunaan paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

Sedangkan Caffein merupakan senyawa kimia berupa alkaloid xantin yang dihasilkan oleh tanaman. Salah satu tanaman yang mengandung banyak kafein adalah biji kopi. Dalam dunia kesehatan, kafein atau caffeine berguna untuk meningkatkan fungsi otak dan bekerja dengan memberikan rangsangan pada sistem saraf pusat.

Baca Juga :  Hot Asi Berpeluang Gantikan M Apriyandi

”Kini Kafein bisa meningkatkan daya pikir, makanya banyak yang senang minum kopi agar bisa fokus bekerja. Selain itu, caffeine juga membantu menghilangkan nyeri otot dan pemulihan cedera,” ucapnya.

Mengenai efek samping, konsumsi caffeine dapat meningkatkan produksi urine berkat khasiat diuretiknya dan juga mampu menaikkan tekanan darah. Untuk itu, seseorang yang terkena hipertensi disarankan untuk menghindari kopi dan makanan yang mengandung caffeine lainnya seperti teh, cokelat, dan minuman berenergi.

”Bukan hanya PCC yang diminum berlebihan akan merusak tubuh tapi obat lainnya juga bisa memicu badan tidak sehat kalau over dosis obat,” bebernya.

Ia mengimbau kepada masyarakat, tetap waspada peredaraan PCC. Hingga saat ini PCC belum ditemukan dijual di apatek dan toko obat di Tanjungpinang. Tapi, perlu di waspadai, karena mafia obat terlarang tetap memanfaatkan kelegahan kita. ”Kita tetap rutin turun ke apotek untuk melakukan pengawasan,” tegasnya.

Baca Juga :  Bupati Natuna Diperiksa Jaksa

Kata dia, saat tim Dinkes turun di salah satu opotek, hanya ditemukan masih banyak masyarakat membeli obat keras tanpa resep dokter. Padahal, sesuai aturanya membeli obat keras harus disertai resep dokter.

”Contohnya amoksilin obat anti biotik. Kalau masyarakat ingin membeli obat ini harus menunjukkan resep dokter,” tegasnya.

Ke depanya, pengawasan obat keras akan diperketat. Ia sudah memanggil seluruh pengelola apotek di Tanjungpinang, tak boleh lagi menjual obat keras tanpa resep dokter. ”Kita sudah panggil seluruh pemilik apotek untuk mematuhi,” tegasnya.(ABAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here