APBD 2018 Berkurang, Bupati Pusing

0
354
SERAHKAN DOKUMEN: Bupati Bintan H Apri Sujadi tersenyum menyaksikan pimpinan DPRD menyerahkan dokumen KUA dan PPAS 2018, kepada Wabup H Dalmasri Syam, di sela paripurna dewan, Selasa (7/11) kemarin. f-yendi/tanjungpinang pos

DPRD Teken Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2018

BINTAN – ANGGARAN Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2018 Kabupaten Bintan, berkurang dibandingkan belanja pada tahun anggaran 2017. Bupati Bintan H Apri Sujadi pusing, untuk mengalokasi anggaran sesuai dengan misi program pembangunan Kabupaten Bintan mendatang.

Total belanja daerah pada APBD tahun 2018 Bintan sekitar Rp 1,040 triliun. Sedangkan belanja pada tahun anggaran 2017, justru melebihi Rp 1,128 triliun. APBD 2018 Bintan berkurang dibandingkan tahun 2017, disebabkan terjadi pengurangan DAK dari pemerintah pusat. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK), yang baru diterima Pemkab Bintan, pekan lalu.

Proyeksi APBD 2018 itu dipaparkan pada saat paripurna DPRD Kabupaten Bintan, tentang penandatanganan nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk APBD 2018, Selasa (7/11) kemarin. Nota kesepakatan ini dilakukan oleh Ketua DPRD Bintan H Nesar Ahmad, Wakil Ketua Agus Wibowo, Trijono bersama Bupati Bintan H Apri Sujadi. Penandatanganan disaksikan Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam, Sekda Bintan Adi Prihantara, Sekwan Edi Yusri, anggota DPRD Bintan, serta pimpinan OPD, camat dan lurah.

Dari hasil pembahasan Banggar, pendapatan daerah yang diajukan awal sebesar Rp 1,034 triliun berkurang menjadi Rp 977,568 miliar. Pendapatan daerah berkurang akibat dana perimbangan yang diproyeksikan Rp 720 miliar menjadi Rp 653 miliar, atau mengalami pengurangan mencapai Rp 66 miliar.

Sedangkan belanja daerah yang awalnya diproyeksikan Rp 1,097 triliun turun menjadi Rp 1,040 triliun, akibat pendapatan dari DAK pusat berkurang mencapai Rp 67 miliar, dan bagi hasil pajak yang berkurang mencapai Rp 29 miliar. Meski DAU dan dana otonomi khusus mengalami penambahan.

”Setelah pembahasan Banggar, pendapatan berkurang mencapai Rp 56,605 miliar. Mau tak mau, belanja juga kita kurangi Rp 56,605 miliar. Dengan total belanja Rp 1,040 triliun. Berkurang dibandingkan APBD 2017,” sebut Edi Yusri, Sekretaris Banggar saat menyampaikan laporan Banggaran.

Bupati Bintan H Apri Sujadi menyampaikan, dari belanja Rp 1,040 triliun itu, belanja langsung atau anggaran untuk pembangunan sebesar Rp 548,832 miliar atau 52,73 persen. Sedangkan belanja tidak langsung, sudah termasuk untuk pegawai itu sebesar Rp 491,826 miliar atau 47,27 persen.

”Dari pendapatan daerah dibandingkan dengan belanja daerah, Bintan mengalami defisit anggaran mencapai Rp 63,181 miliar. Ini akan ditutupi dari penerimaan pembiayaan seperti Silpa tahun anggaran 2017, mencapai Rp 65 miliar. Dengan pengeluaran pembiayaan berupa penyertaan modal sebesar Rp 2 miliar. Ini yang bikin saya pusing,” kata H Apri Sujadi kepada Tanjungpinang Pos.

Karena, lanjut H Apri Sujadi, dengan berkurangnya pendapatan daerah, otomatis belanja untuk pembangunan daerah juga berkurang. Sementara, ada beberapa program infrastruktur yang harus direalisasikan pada tahun 2018 ini. Termasuk rencana meningkatkan kesejahteraan aparatur pemerintah. Tapi, hal itu belum bisa diwujudkan.

Namun demikian, lanjut bupati, Pemkab Bintan tetap memprioritas program pendidikan, kesehatan, pariwisata, infrastruktur dan beberapa bidang lain. Yang menjadi perhatian utama itu, infrastruktur penunjang pariwisata.

”Contohnya, kita bangun infrastruktur taman kota Kijang, yang lebih bagus lagi. Agar kunjungan meningkat, ekonomi masyarakat pun bisa lebih baik. Beberapa daerah wisata lain, juga kita bangun. Sedangkan lanjutan pembangunan fasilitas stadion, tetap kita anggarkan. Karena, stadion ini selesai sampai tiga tahun ke depan,” tambah H Apri Sujadi.(YUSFREYENDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here