APBD 2018 Diprediksi Stagnan

0
1037
EVALUASI KINERJA OPD: Nurdin Basirun didampingi Sekdaprov TS Arif Fadillah dan Naharuddin Kepala Bappeda rapat evaluasi kinerja OPD. f-suhardi/tanjungpinang pos

Anggaran Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri 2018 diprediksi bakal stagnan. APBD tahun 2017 sebesar Rp3,3 triliun dan APBD Perubahan Rp3,4 triliun.

DOMPAK – Meskipun APBD stagnan Pemprov tetap fokus melaksanakan pembangunan untuk sarana infrastruktur. Seperti pembangunan jalan, pasar, pelabuhan, fasilitas dasar, kesehatan serta pendidikan.

Kekuatan APBD 2018 nanti juga tergantung pada Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2017. Jika PAD labuh jangkar masuk ke kas daerah maka APBD tak stagnan lagi.

Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kepri TS Arif Fadillah saat ini pembahasan APBD 2018 di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kemarin.

”Pembahasan di OPD sekarang hampir final di Bappeda. Kita harapkan Oktober ini sudah masuk ke DPRD. Karena arahan dari Menteri Keuangan Desember harus sudah clear,” ujar Arif, Senin (9/10).

Baca Juga :  Wagub Ingatkan Bahaya Obat Ilegal

Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri ini, menyampaikan untuk APBD 2018 jumlahnya diperkirakan tidak jauh berbeda dengan APBD tahun 2017. Sekitar Rp3,3 triliun. Karena pontesi PAD masih belum digarap maksimal.

”Kalau berdasarkan laporan jumlahnya tidak jauh berbeda dari 2017. Tapi kita berharap Dispenda dapat memaksimalkan potensi-potensi pendapatan yang ada, dan kita juga sedang menggiring Dana Alokasi Khusus atau DAK,” tuturnya.

Arif menyampaikan, pembahasan APBD murni 2018 harus tetap waktu. Pemprov dan DPRD Provinsi Kepri ingin APBD disahkan Desember mendatang.

Baca Juga :  Di Laut Tak Boleh Sombong

Lebih lanjut, Arif pihaknya hampir setiap minggu meminta masing-masing kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memaksimalkan laporan kinerjanya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kepri Naharuddin juga memprediksikan APBD Kepri Tahun Anggaran 2018 mendatang stagnan. Lantaran belum adanya kepastian peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor labuh jangkar.

”Sekarang ini, masih dalam tahap pembahasan dimasing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Provinsi Kepri. Artinya belum dibedah oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kepri,” ujar Naharuddin di Masjid Raya Nur Ilahi, Tanjungpinang.

Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kepri tersebut, menyebutkan apabila PAD labuh jangkar masuk dalam komponen pendapatan daerah, tentu akan mempengaruhi nilai PAD Kepri. Karena sejauh ini, PAD Kepri masih ada kisaran Rp1,1 triliun.

Baca Juga :  Korem 033/WP Peringati Hari Ibu

”Potensi labuh jangkar merupakan sektor harapan untuk meningkat PAD Kepri. Proses pembahasan bersama pemerintah pusat terus berlanjut, mudah-mudahan ada kabar baik bagi Kepri,” paparnya.

Di pembangunan 2018 nanti tetap pada bidang infrastruktur. Kemudian pendidikan dan kesehatan masih prioritas utama. Pendidikan memang terjadi penambahan biaya, karena beralihnya kewenangan SMA/SMK ke Provinsi.(SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here