APBD Disahkan, BUMD Jadi Sorotan

0
30
KETUA DPRD Karimun Yusuf Sirat menandatangani APBD Karimun tahun 2019 disaksikan Bupati Karimun Aunur Rafiq dan Wabup Anwar Hasyim, Jumat sore kemarin. f-istimewa

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Karimun, menjadi topik pembahasan di tengah-tengah pengesahan APBD 2019. Karena dinilai belum maksimal, untuk mengelola dan mengembangkan penerimaan untuk daerah.

KARIMUN – Beragam saran dan kritik mewarnai paripurna pengesahan APBD 2019 di Balai Rong Sri DPRD Karimun, Jumat (3/11) sore lalu.

Namun, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) turut menjadi sorotan dewan karena minimnya menambah masukan keuangan daerah.

Fraksi Gerindra, meminta untuk tidak dibacakan pandangan fraksi sebelum menyetujui pengesahan RAPBD 2019 menjadi APBD 2019. Namun, 7 Fraksi menyampaikan saran pada Pemerintah Kabupaten Karimun.

Salah satu fraksi menyoroti masih minimnya penerimaan daerah, dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Karimun tahun 2018.

Meminta pada Pemerintah Daerah, untuk meningkatkan peran BUMD menggali potensi yang ada.

Di tahun mendatang, harus mampu memberikan sumbangan yang lebih baik ke kas daerah dibandingkan tahun 2018.

Setelah 7 pandangan fraksi dibacakan salah seorang anggota DPRD Karimun selesai, Ketua DPRD Karimun Yusuf Sirat meminta persetujuan DPRD Karimun apakah menyetujui APBD senilai Rp1,556 T menjadi APBD tahun 2019 dan disambut dengan kata setuju oleh anggota dewan yang hadir.

Bupati Karimun Aunur Rafiq mengakui, beberapa BUMD di Karimun belum maksimal memberikan penerimaan ke kas daerah.

”Karena memang kondisi BUMD tersebut, masih dalam tahap pembenahan dan upaya lainnya. Sehingga, ke depannya BUMD terus dievaluasi dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah,” jawab Rafiq.

Ia mengapresiasi, adanya saran dan kritik dari 7 Fraksi di DPRD Karimun. Pandangan tersebut, menjadi bahan evaluasi Pemerintah ketika melaksanakan monitoring dan evaluasi tahun anggaran 2018.

Untuk diketahui, APBD Kabupaten Karimun tahun 2019, target PAD Karimun sebesar Rp1.372.342.539.447 dibandingkan target PAD Karimun 2018 sebesar Rp1.277.479.207.635 maka terjadi peningkatan sebesar 7,43 persen.

Dengan perincian PAD Karimun Rp 350.393.539.861,00, Dana perimbangan ditargetkan sebesar Rp858.432.801.400,00 dan lain lain pendapatan ditargetkan sebesar Rp 163.516.198.186,00.

Belanja daerah tahun 2019, diproyeksikan sebesar Rp1.556.565.615.353. Jika dibandingkan dengan belanja APBD murni tahun anggaran 2018 sebesar Rp1.452.764.856.245.

Maka terjadi peningkatan belanja tahun 2019 sebesar 7,15 persen, dan defisit dan pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp184.223.075.906. Namun, disamping itu Pemerintah Kabupaten Karimun juga telah berupaya dalam mengangkat potensi daerah seperti sektor pertanian dan perekbunan.

Bahkan, seperti buah Nenas dan Pisang telah diekspor perdana pada Oktober lalu ke Singapura.

Petani Nenas dan Pisang di Kundur diminta, agar mampu memenuhi kebutuhan negara itu dengan setiap minggunya minimal 40 ton Nenas dan Pisang.

Pulau Kundur adalah salah satu daerah penghasil buah Nenas dan Pisang di kepulauan Riau dengan luas area mencapai 300 ha. (ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here