APBD Kepri Tak Pro Perlindungan Anak

0
81
Muhammad Faisal

TANJUNGPINANG – Salah satu Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri Muhammad Faisal mundur dari jabatannya, sebab kecewa dengan minimnya anggaran operasional APBD 2019 yang hanya Rp800 juta.

Ia menilai, APBD Kepri 2019 tidak pro perlindungan anak. Sebab, anggaran sebesar itu hanya cukup untuk gaji, telepon, dan kebutuhan kantor lainnya. Tidak bisa untuk kegiatan perlindungan anak di lapangan.

”Benar, sudah dari awal Desember, salah satu alasan saya mundur memang terkait anggaran 2019 yang diploting Pemprov semakin minim. Hanya Rp800 juta,” ungkap Faizal, Selasa (11/12) kemarin.

Menurut Faizal, dengan anggaran seperti itu, sangat tidak sebanding dengan persoalan perlindungan, pengawasan terhadap anak di Kepri yang saat ini persoalannya sangat mengancam masa depan mereka ke depan.

”Kami sudah mencoba mengupayakan pengajuan anggaran secara maksimal kepada Pemprov Kepri, namun belum ditanggapi,” ujar Faisal.

Menurut Faisal, yang juga Ketua KPPAD Kepri, besaran anggaran yang diajukan sekitar Rp2,2 miliar dan telah dihitung berdasarkan kebutuhan riil kelembagaan yang harus meng-cover tugas advokasi dan pengawasan di 7 kabupaten kota se-Kepri.

”Namun semua keputusan ada di Pemprov. Bagaimana besaran anggaran yang hanya Rp800 juta bisa memaksimalkan kerja para komisioner,” tegas Faizal.

Nilai Rp800 juta, sebutnya, hanya mampu membiayai gaji komisioner dan staf serta biaya rutin kantor (listrik, air, telepon, internet) dan tanpa bisa ada anggaran kegiatan.

”Itu artinya, saya hanya bisa duduk diam dan makan gaji buta tanpa ada kegiatan. Sementara kinerja dituntut maksimal,” lanjutnya.

Faizal turut mengaku khawatir masyarakat berasumsi KPPAD tidak bekerja dan memboroskan anggaran saja. ”Padahal memang tidak dianggarkan untuk kegiatan,” sambungnya.

”Bisa jadi tidak peduli. Jika Pemprov peduli (terhadap kelembagaan ini sebagai fungsi pengawasan), seharusnya bisa menilai sendiri kebutuhan riil kelembagaan kami,” pungkasnya.

Dalam kesempatan berbeda, Faisal usai mengundurkan dari komisioner KPPAD, kini berjuang ikut seleksi calon direktur PT Pembangunan Kepri dan PDAM Tirta Kepri.

Faisal salah satu peserta yang namanya, masuk dalam empat besar dari peserta lainnya. Selain dirinya, ada Azwardi, Sarwani serta Februari Djaja Alamasyah. ”Saat ini masih ikut ujian, tiga hari di Aston, saya ikut yang PTPK,” sebut Faisal. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here