APBD Minim, Harus Mampu Jolok Anggaran

0
135
Waka II DPRD Tanjungpinang Ahmad Dani bersama Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma menghadiri Musrebang kelurahan, belum lama ini. f-ISTIMEWA
Lima tahun terakhir ini kondisi APBD Pemko Tanjungpinang selalu di bawah Rp1 triliun. Angka ini dinilai kecil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

TANJUNGPINANG – Seperti 2019 ini, APBD Pemko diproyeksikan senilai Rp965 miliar. Dari angka itu, perkirakan hanya Rp200 miliar untuk masyarakat. Sisanya dipergunakan untuk gaji dan tunjangan ASN hampir setengah dari total APBD Pemko. Setelah itu, digunakan untuk memenuhi operasional rutin kantor sampai tingkat kecamatan dan kelurahan.

Terkait hal ini, Waka II DPRD Tanjungpinang, Ahmad Dani mendorong kepala daerah mampu melobi anggaran dari pusat.

Dituturkannya, hampir 90 persen APBD Kota Tanjungpinang bersumber dari PAD Kota Tanjungpinang. Sisanya sekitar 10 persen dari PAD.

”Kalau pemerintah belum bisa menambah potensi PAD maka solusinya mampu melobi anggaran pusat untuk pembangunan di Tanjungpinang. Bagusnya juga bisa mencari potensi PAD,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos. Dituturkannya, seluruh kementerian kini membuka peluang daerah menjolok anggaran.

Bisa digunakan untuk pembangunan jalan, pembenahan banjir, pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) atau Ruang Kelas Baru (RKB) serta pembangunan lainnya.

Ahmad Dani menuturkan, kondisi sekarang, menuntut pemimpin mampu menggerahkan seluruh kepada OPD mampu menjolok anggaran untuk direalisasikan di daerah.

Terkait anggaran Rp200 miliar itu pun, Ahmad Dani menuturkan, sekitar 100 miliar sudah jelas peruntukannya. Bersumber dari APBN melalui DAK. Serta Rp 100 miliar lainnya baru dapat digunakan untuk berbagai program yang dibutuhkan masyarakat. Mulai dari sosial, kesehatan pendidikan, event kota serta bantuan UKM lainnya.

Ia pun mengingatkan kepada wali kota dan wakil wali kota bisa merangkum seluruh kebutuhan masyarakat sesuai dengan visi dan misi. Jangan sampai janji kampanye bisa direalisasikan dengan maksimal.

”Kini yang sudah jelas terlihat yaitu bantuan seragam gratis bagi siswa, sedangkan penangan banjir dan pembangunan sekolah serta lainnya belum terlihat. Begitu juga dengan pembangunan pariwisata budayanya,” paparnya.

Terkait pembangunan pariwisata budaya perlu pembangunan infrastruktur pendukung lainnya. Menciptakan lokasi wisata menyaingi Malaka, Malaysia sama seperti pernyatananya masa kampanye waktu itu. ”Masyarakat sekarang ini sudah cerdas. Butuh pemimpin yang mampu merealisasikan,” paparnya. (DESI LIZA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here