APBD-P Defisit, Banyak Proyek Fisik Ditunda

0
602
MAKET: Inilah maket Gedung Food Court yang akan dibangun di kawasan Melayu Square Tepilaut, Tanjungpinang.

Pemerintah Kota Tanjungpinang terpaksa menunda pelaksanaan sejumlah kegiatan fisiknya pada 2017. Hal itu untuk menutup defisit anggaran yang diperkirakan mencapai Rp60 miliar.

TANJUNGPINANG – Dampak defisit, pembangunan foodcourt Rp25 miliar ditunda. Kemudian, pembagian beasiswa Rp1 miliar, kabarnya juga ditunda. ”Kami sudah rapat dengan rekan-rekan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ada dana yang masih dimungkinkan untuk ditunda dulu kegiatannya,” kata Sekda Kota Tanjungpinang, Riono, kemarin.

Pemko Tanjungpinang batal membangun Gedung Food Court di tahun 2017 ini. Padahal, pembangunan yang akan dibangun di Melayu Square sudah dianggarkan sebesar Rp25 miliar. Ini dikuatkan dengan dihentikan proses lelang proyek Gedung Foodcourt oleh Pemko Tanjungpinang. ”Ini menjadi pertanyaan buat saya di dewan. Ada apa. Kenapa dihentikan lelang tersebut. Saya tau alasan itu saja dari media, saat Wali Kota Tanjungpinang, H lis Darmansyah memberikan komentar. Tapi, kenapa tidak mau sampaikan alasan itu ke dewan,” kata Wakil Ketua Komisi III membidangi Pembangunan Infrastruktur DPRD Kota Tanjungpinang, Ashadi Selayar kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (29/8).

Kata dia, kalau memang terjadi defisit anggaran, tanya dia, kenapa Pemko Tanjungpinang sempat lakukan lelang proyek pembangunan Gedung Foodcourt tersebut. ”Ada apa, kenapa digagal, kenapa sudah dilelang,” tanya dia.

Menurutnya, banyak kemungkinan penyebab di batalkan dan dihentikan lelang proyek pembangunan Gedung Food Court tersebut. Salah satunya, mungkin kata dia, perusahaan yang dijagokan itu tidak bisa memenangkan proyek pembangunan Gedung Food Court tersebut.  ”Itu salah satu kemungkinan ya,” ucap dia.

Untuk mengetahui, pembangunan maupun kegiatan apa saja yang dibatalkan hingga tak dikerjakan di tahun 2017, lanjut dia, setelah ada pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan tahun 2017 di DPRD Kota Tanjungpinang nanti. Kalau menurut UU, lanjut dia, minggu pertama pada Agustus sudah ada penyampaian KUA PPAS APBD Perubahan tahun 2017. ”Sampai sekarang belum ada. Kita sangat menyayangkan sekali terlambatnya Pemko Tanjungpinang untuk menyampaikan ini. Apa lagi KUA PPAS APBD murni tahun 2018 saja baru kita terima juga. Sebenarnya harus bulan Juni kemarin,” sebut dia.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tanjungpinang, Surjadi menyampaikan, Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) murni di tahun anggaran 2018 Pemko Tanjungpinang mencapai Rp790,7 miliar. Untuk belanja langsung sebesar Rp 423,53 miliar, dan belanja tidak langsung sebesar Rp 367,19 miliar.(ANRI DS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here