APBDP Naik Rp72 Miliar

0
482
H Surjadi

TANJUNGPINANG – Diperkirakan APBD Perubahan 2018 Pemko Tanjungpinang mengalami kenaikan sekitar Rp72 miliar bila dibandingkan APBD Murni 2018 senilai Rp833 miliar.

Hal ini dikatakan Kepala Bappelitbang Tanjungpinang, Surjadi kepada Tanjungpinang Pos di sela-sela menjemput jamaah haji di Pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang, Selasa (28/8) pagi.

Surjadi menuturkan, kenaikan APBDP bersumber dari kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik pajak dan retribusi Kota Tanjungpinang serta dari Dana Bagi Hasil (DBH) dari pusat.

Penambahan penerimaan di APBD Perubahan nanti akan digunakan untuk belanja langsung dan tak langsung.

Belanja langsung menurutnya tidak banyak di APBD Perubahan ini, senilai Rp25 miliar untuk membayar iuran BPJS Kesehatan, pengadaan lampu jalan dan beberapa lainnya.

Ia menuturkan, sekitar Rp39 miliar dialokasikan untuk pembiayaan gaji 13 dan gaji 14 bagi ASN sesuai dengan Permenkeu tahun 2018 ini.

Di pertengahan tahun kemarin, mengacu pada Permenkeu terkait pembayaran gaji 13 dan 14, tunjangan kinerja ASN harus dibayar. Ini juga yang harus disediakan melalui APBD Kota Tanjungpinang.

”Penggunaan anggaran lainnya saya tak ingat jelas, datanya di kantor,” paparnya.

Terkait rencana penyerahan KUAPPAS APBD Perubahan, ia belum bisa memastikan jadwalnya. Hanya saja, pembahasan di tingkat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko sudah selesai.

Dalam waktu dekat, pastinya nanti akan dikonfirmasi ke unsur pimpinan DPRD Kota terkait jadwalnya.

Tentang target APBD Murni 2019, ia menilai akan naik dari tahun sebelumnya. yaitu Rp762 miliar di luar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). ”Kami perkirakan DAK akan naik tahun depan dibandingkan tahun ini. Angka pastinya masih menunggu pusat,” paparnya.

Surjadi menuturkan, perhitungan APBD Kota Tanjungpinang menggunakan estimasi yang paking rendah. Hal ini, menghindari terjadinya defisit. ”Tahun ini, Alhamdulillah tidak ada defisit. Sebab kami sudah menghitung estimasi terendah, bukan juga di tengah atau di atas. Menimalisir defisit tersebut,” tuturnya.

Metode itu juga yang akan dipakai menyusun APBD Murni 2019 mendatang. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here