Apekesah Jadi Tempat Curhat Masalah

0
690
APEKESAH: Wawako Batam, Amsakar Achmad, Kadis Kominfo Batam, Salim dan Kadis Kominfo Kepri, Guntur Sakti, saat meluncurkan aplikasi Apekesah beberapa waktu lalu. f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Sejak diluncurkan 15 Agustus 2017, aplikasi Apekesah yang diluncurkan pemerintah Kota Batam, sudah menerima 27 aduan masyarakat. Pengaduan yang masuk terkait kemacetan lalu lintas di Batam. Selain itu, pelayanan di kecamatan yang dirasakan warga kurang memuaskan.

Menururt Kepala Dinas Kominfo Batam, Salim, pengaduan yang diterima lewat Apekesah, di antaranya, tentang macet di Simpang Bengkong Polisi warga mengeluhkan mobil pribadi dan angkutan umum yang menurunkan anak sekolah, sebagai penyebab macet setiap pagi. “Macet setiap hari pukul 06.45 WIB. Warga minta agar ada polisi yang ditugaskan di lokasi tiap pagi,” katanya.

Baca Juga :  Batam Pertama Launching One Halo di Sumatera

Di antara aduan yang masuk, sudah 13 selesai ditindaklanjuti. Kemudian tujuh aduan berstatus submitted (terbuka), lima proses (terbuka), serta masing-masing satu aduan berstatus pending atau catatan (tertutup) dan dibatalkan (tutup). “Sebenarnya aduan yang selesai ditindaklanjuti ada lebih banyak. Tapi admin OPD lupa meng-update status aduan dari status terbuka menjadi proses atau selesai, sehingga masih tercatat di sistem seolah-olah belum ditanggapi atau ditindaklanjuti,” sambung Salim.

Menurut Salim, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam menindaklanjuti aduan masyarakat ke Apekesah. Di antaranya penjelasan lokasi yang kurang spesifik. Seperti tentang jalan rusak. Tidak dirinci penjelasan lokasinya. Sehingga OPD terkait tidak bisa menjawab. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here