APK Caleg PKB, PPP, Gerindra Dirusak

0
246
Alat Peraga Kampanye (APK) milik caleg PKB, Rini Pratiwi dan caleg PPP, Gerindra, dirusak orang tak dikenal di Jl Kota Piring. Saat ini mulai banyak APK yang dirusak dengan sengaja di beberapa tempat lainnya di Tanjungpinang. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Alat Peraga Kampanye (APK) caleg di Tanjungpinang dirusak orang tak dikenal. Di Jalan Kota Piring, Km7, APK milik caleg PKB Rini Pratiwi, caleg Gerindra Ismulyono, APK milik politisi PPP Sarafudin Aluan dan Laode Iwan Solihin dirusak. Padahal beberapa minggu lalu, kasus pencabutan APK sudah ditangani oleh Bawaslu Tanjungpinang.

Namun ternyata kasus tersebut tidak membuat lawan- lawan politik sesama caleg antarpartai melakukan kampanye dengan santun. Kerusakan APK maupun bahan kampanye (BK) di Jalan Kota Piring seperti wajah mereka disayat dengan benda tajam. Sementara poster maupun spanduk masih terpasang dengan baik. Hanya wajah caleg saja yang dirusak sehingga merugikan penampilan caleg untuk mengenalkan diri kepada warga di lokasi pemasangan baleho maupun poster.

Caleg PKB dapil Tanjungpinang Timur Rini Pratiwi, mengakui dia baru mendapat laporan kerusakan APK dan BK kemarin. ”Tentu kerusakan poster tersebut secara tidak langsung menjadikan persaingan tidak fair Antarasesama caleg. Kita membuat APK dan BK itu menggunakan uang. Sebaiknya di masa kampanye tinggal sebulan ini kita sama sama menjaga agar Tanjungpinang kondusif,” ujar Plt Sekretaris DPC PKB Tanjungpinang itu Ahad(10/3/2019).

Dia mengatakan, Pemilu 2019 hanya tinggal 30 an hari, jika masing-masing caleg merusak APK dan BK milik caleg lainnya yang dianggap kompetitor mereka, maka hal tersebut menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat.

”Untuk itu kami mengimbau agar kita akhiri kampanye ini dengan damai, tertib, saling menghormati, dan tidak melakukan hal hal yang memancing keributan,” ujar dosen di STAI MU ini.

Di Tanjungpinang Timur, jelasnya, memang persaingan sangat kompetitif. Dengan tambahan satu kursi sehingga total dapil Tanjungpinang Timur ada 12 kursi, yang diperebutkan lebih dari 200 caleg dari belasan partai, tentu peluang masing masing sangat kecil. Maka, di masa masa inilah caleg memanfaatkan masa kampanye untuk mendekati pemilih. Baik melalui APK, BK, kaos, gelas, dan sarana lainnya.

”Kita dari PKB sudah kasi tahu kepada caleg PKB lainnya untuk berkampanye dengan santun. Tidak merusak APK milik orang lain. Karena kalau ketahuan bukan hanya memicu keributan, tapi pelaku bisa dipidana,” ujarnya.

Rini berharap, semua pihak bisa menjaga diri. Dan dia berharap kerusakan APK yang dialami  di beberapa tempat dapat menyadarkan pelaku untuk tidak melakukan lagi. Karena tindakan tersebut tidak sesuai dengan aturan kampanye dan budaya sopan santun warga Tanjungpinang.

”Semoga yang merusak APK saya tidak melakukan lagi dan diberikan akal sehat. Karena merusak APK saya sama dengan menyanyat wajah saya,” ujar Rini yang setiap hari menemui warga di Tanjungpinang Timur itu tegas.

Sementara itu, Sarafudin Aluan mengharapkan tim tim caleg maupun caleg sama-sama menjaga di akhir masa kampanye untuk tidak melakukan tindakan pidana pemilu. Ketua DPW PPP Kepri ini mengimbau kepada masyarakat atau para caleg agar jangan melakukan pengrusakan terhadap APK caleg lain.

”Kalau tak ketahuan, ya aman saja. Namun kalau ketahuan urusannya ke pidana. Kan mencari masalah sendiri nanti jika kena tangkap dan diproses baru menyesal,” ujar Aluan.

Dikatakan, mengapa mereka rusak benda mati. Padahal, jika tak suka kepada yang punya APK caleg tersebut ya jangan dipilih. ”Marilah kita semua menciptan pemilu sebagai sarana pendewasaan diri dalam demokrasi. Ini pesta rakyat lima tahun sekali yang kita laksanakan. Mari kita jaga bersama agar berjalan dengan baik. (pat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here