APK Ilegal Milik Paslon Masih Bertebaran

0
331
Muhammad Zaini

Memasuki hari 35 masa kampanye Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, sejumlah ruang publik masih dihiasi alat peraga kampanye (APK) liar.

TANJUNGPINANG – Bahkan, Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Tanjungpinang tidak bosan melayangkan surat teguran. Terutama surat teguran kepada tim pemenangan maupun tim relawan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang nomor urut 1 H Syahrul dan Rahma dan nomor urut 2 H Lis Darmansyah dan Maya Suryanti).

Karena mereka memasang APK tidak sesuai titik yang sudah disepakati, tidak sesuai desain atau tampilan yang telah disepakati antara KPU, Panwaslu dan masing-masing calon kepala daerah. Masih banyak APK liar karena melanggar aturan.

Hal ini dikatakan Ketua Panwaslu Kota Tanjungpinang, Maryamah, kemarin. Bahkan, ia mengatakan, surat teguran yang telah dikirim salah satu cara pendekatan persuasif dilakukan Panwaslu Kota Tanjungpinang kedua paslon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang.

”Kita kirim surat teguran itu, dikarenakan masih ada spanduk paslon yang melanggar ketentuan. Apabila tim tidak menurunkan dengan kurun waktu 1×24 jam, maka kami akan menurunkan hingga mengamankan spanduk tersebut,” kata Maryamah.

Kata dia, sebelum surat teguran dilayangkan, Panwaslu telah melakukan penelusuran hingga pemantauan pemasangan spanduk yang telah dilakukan oleh tim pemenangan maupun tim relawan masing-masing paslon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang. ”Kalau tidak salah saya tinggal dua titik lagi. Lebih jelas lagi tanya ke Pak Zaini ya,” sebut dia.

Sementara itu, Kordiv Pencegahan Hubungan dan Antar Lembaga Panbwaslu Kota Tanjungpinang, Muhammad Zaini mengatakan, hasil pantauan hingga temuan Panwaslu Kota Tanjungpinang di lapangan, ada sebanyak delapan spanduk milik dua paslon Walikota dan Walikota Tanjungpinang melanggar ketentuan. Masing-masing paslon memiliki empat spanduk yang melanggar aturan.

Pertama, dari tampilan desain yang ditampilkan pada spanduk. Padahal, masing-masing tim paslon telah sepakat dengan pihak penyelenggara Pilwako Tanjungpinang dengan desain yang akan ditampilkan, baik itu dari spanduk, umbul-umbul hingga stiker. Kedua, lokasi menempatkan spanduk tidak sesuai yang diberlakukan.

”Padahal, semuanya mereka (tim paslon, red) sudah mengetahui. Tapi, masih juga melanggar. Alhamdulillah, mereka sudah menurunkan sendiri spanduk tersebut. Kalau tidak salah saya tinggal 1 spanduk paslon,” kata Zaini.

Ia mengimbau, kepada masing-masing tim pemenangan hingga tim relawan paslon Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, untuk tetap mematuhi aturan yang berlaku. Pihaknya tidak melarang, apabila tim paslon ingin memasang spanduk. Namun, dengan catatan tim paslon harus mengikuti aturan yang berlaku. ”Jangan asal pasang saja, harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sama-sama kita hargai a turan tersebut,” sebut dia.(ANDRI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here