APK Ilegal Pemilu 2019 Marak

0
354
Baliho bakal calon (balon) DPD RI Alfin terpasang di kawasan Bintancentre. Rencananya, Bawaslu Kepri dan Panwaslu akan menurunkan APK ilegal. f-Andri Dwi S/tanjungpinang pos

Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilu 2019 mulai marak terpasang. APK itu berupa baliho, spanduk dan umbul-umbul. APK selalu mewarnai perhelatan pemilihan umum (Pemilu). APK itu membanjir di lokasi strategis di Kepri.

TANJUNGPINANG – Beberapa di antaranya bahkan menyasar jalan pemukiman. Pepohonan dan tiang listrik pun kerap menjadi sasaran tempat pemasangan citra diri bakal calon anggota DPR RI, DPRD Provinsi Kepri dan DPRD Kabupaten/Kota di Kepri.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepri, dijadwalkan, hari ini, Kamis (26/4) akan menertibkan APK bagi bakal calon anggota DPR RI daerah pemilihan Provinsi Kepri, bakal calon anggota DPRD Provinsi Kepri dan bakal calon anggota DPRD kabupaten/Kota serentak di Kepri.

Menurut Devisi Pencegahan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Provinsi Kepri, Idris APK ilegal akan ditertibkan milik bakal calon (balon) Aggota DPR RI, balon DPRD Provinsi dan balon DPRD kabupaten/ kota dan lainnya.

Pasalnya, balon tersebut belum mendaftar atau belum memasuki tahapan kampanye, tapi mereka sudah memasang APK secara ilegal untuk melakukan pencitraan diri di tengah masyarakat. Padahal, aturannya, balon belum boleh memasang baliho, spanduk, umbul-umbul karena tahapan belum di mulai. Bawaslu Kepri juga akan menurunkan bendera partai terutama yang menampilkan gambar paslon anggota DPR RI, DPRD Kepri dan kabupaten/kota. Sedangkan baliho untuk DPD RI, belum bisa diturunkan masih menunggu surat edaran dari Bawaslu RI.

Kata dia, sudah banyak partai menampilkan logo nomor urut partai politik (parpol) padahal belum bisa dipasang dimana-mana karena aturanya belum keluar. Nanti, sambung dia ada massanya seluruh calon anggota DPD RI, DPR RI, anggota DPRD Provinsi Kepri dan DPRD Kabupaten Kota, diperboleh memasang baliho, spanduk, umbul-umbul untuk pencitraan. ”Kita berupaya mencegah terlebih dahulu,” kata Idris kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (25/4).

Sebelum melakukan penertiban, kata Idris, pihaknya sudah meminta Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslu) di kabupaten/ kota untuk mengirim surat ke masing-masing parpol. Inti dalam surat tersebut, pihaknya meminta parpol untuk melakukan penertiban APK yang sudah di pasang kader yang akan maju di Pemilu tahun 2019 nanti.

Namun, di lapangan masih temukan banyak APK milik balon yang belum ditertibkan oleh parpol tersebut oleh karena itu, pihaknya akan langsung menertibkan APK tersebut. Menurunkan APK tersebut, pihaknya akan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pihak terkait. ”Kita akan langsung turunkan APK ilegal pemilu 2019,” tegas dia. (ANDRI-ABAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here