Apoteker Masih Minim di Kepri

0
1100
RAKERCAB: Muscab IAI Tanjungpinang-Bintan, Sabtu (25/11). f-istimewa

TANJUNGPINANG – Keberadaan apoteker di sejumlah apotek, klinik dan rumah sakit di Kepri masih minim. Di Kepri hanya ada 600 apoteker dan tersebar di dua kota dan lima kabupaten di Kepri. Yang paling minim apoteker di Anambas, Lingga dan Natuna.

Hal ini diungkapkan Pengurus Daerah (PD) Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kepulauan Riau (Kepri) Ali Chozin, usai menjadi pembicara di acara Rakercab IAI Cabang Tanjungpinang-Bintan, Sabtu (25/11) di Aula Asrama Haji Tanjungpinang.

”Kita berharapkan rumah sakit plat merah agar pemerintah membuka CPNS untuk formasi apoteker,” harap Ali Chizin.

Ia membeberkan saat ini IAI Kepri baik pengurus IAI Kabupaten/Kota di Kepri telah bekerjasama dengan BPOM, Polres untuk mengawasi peredaran tablet paracetamol caffeine carisoprodol (PCC) yang ilegal.

Baca Juga :  Turis Singapura Diajak Keliling Anambas

”Tugas dan tanggungjawab apoteker cukup berat. Sebab, keberadaan apoteker tersebut diperlukan guna memastikan keberlangsungan hidup pasien,” bebernya.

Kekurangan apoteker saat ini di Kepri, sambung dia tidak menganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit, klinik maupun di apotek. Namun, ke depanya harus ada penambahan untuk peningkatan pelayanan. Ia juga membeberkan IAI baik Kepri maupun kabupaten/kota terus mendukung program pemerintah yakni gerakan masyarakat sehat.

IAI Tanjungpinang-Bintan, sambung dia telah merumuskan upaya mencegah PCC bagi generasi muda. Pertama bekerja sama dengan BPOM, Polres untuk mencegah peredaran PCC ilegal. Kedua, IAI terus mengsosialisasikan bahayanya PCC kepada generas muda dan IAI minta agar generasi muda menjauh PCC.

Baca Juga :  Warga Kepri Jangan Mau Dipecah

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam mengatakan Rakercab IAI Tanjungpinang-Bintan, acara ini sangat bagus karena membicarakan topik yang saat ini hangat di kalangan tenaga kefarmasian yaitu terbitnya peraturan menkes no. 31 tahun.

Melalui Permenkes tersebut di atur satu tenaga apoteker di izinkan melakukan praktik apoteker di tiga tempat. Selama ini satu tenaga apoteker hanya boleh kerja di satu sarana pelayanan kefarmasian saja. ”Ini sebenarnya menyiapkan terbatasnya tenaga apoteker dibandingkan dengan kebutuhan tenaga apoteker pada sarana pelayanan kefarmasian yang ada,” bebernya.

Baca Juga :  Pemprov Kepri Tak Serius Tangani Krisis Air

Dengan ada tenaga apoteker di setiap sarana pelayanan kefarmasian diharapkan kualitas pelayanan kefarmasian akan semakin meningkat. Pasien datang ke tenaga apotek tidak hanya untuk mendapatkan obat saja, tetapi perlu mendapatkan edukasi. (bas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here