Apri Cakap Sapi di Bintan Sehat

0
781
SUNTIK SAPI: Tim kesehatan hewan Dinas Pertanian Bintan menyuntik vaksin ke tubuh sapi petani Bintan, kemarin. F-yendi/TANJUNGPINANG POS

BINTAN – BUPATI Bintan H Apri Sujadi mengabarkan, sapi milik peternak maupun yang dijual pedagang Bintan dalam kondisi sehat, bebas penyakit maupun virus. Masyarakat yang ingin membeli hewan kurban, tidak perlu ragu. ”Pemkab Bintan selalu rutin mengecek kesehatan hewan di Bintan. Sampai sekarang, belum ada laporan hewan yang terjangkit penyakit maupun virus. Sapi yang ada di Bintan sehat semua,” kata H Apri Sujadi, Rabu (26/7) kemarin.

Tim kesehatan hewan Dinas Pertanian Bintan bekerja sama dengan Balai Veteriner Bukit Tinggi (Sumbar), melakukan pemeriksaan rutin surveillance penyakit pada hewan, khususnya pada ternak sapi dan babi, sejak Senin (24/7) lalu, sampai Jumat (28/7) besok. Khusus untuk ternak sapi, penyakit yang diperiksa adalah gangguan reproduksi dan penyakit jembrana. Hal ini dilakukan untuk mendukung program upaya khusus sapi induk wajib bunting, serta menjelang lebaran Idul Adha.

Baca Juga :  Perdana, BRC Gelar IBM 2018

Mewakili Ir Indriati Riawita Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh Iwan Berri Prima Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Bintan menjelaskan, menjelang Idul Adha sudah banyak ternak sapi yang masuk ke Bintan. Pedagang maupun peternak yang memasukkan sapi ke Bintan, harus melalui prosedur. Jangan memasukkan ternak secara ilegal. Setiap ternak yang masuk, harus melapor melalui Balai Karantina Pertanian Kelas 2 Tanjungpinang. Tujuannya, agar ternak yang masuk ke Bintan dalam kondisi sehat dan aman.

”Sampai saat ini, Bintan masih ditetapkan sebagai daerah yang bebas dari beberapa jenis penyakit pada hewan. Sebagai informasi, di Jambi dan Riau saat ini sedang merebak penyakit jembrana pada ternak sapi jenis Bali,” jelas Berri Prima. ”Penyakit ini tidak menular pada manusia. Tapi sangat berbahaya pada ternak, mengakibatkan kematian yang cepat,” sambungnya.

Baca Juga :  Sekera Cup III Dikuti 36 Tim

Saat ini, sebutnya, tim kesehatan hewan Dinas Pertanian Bintan sudah mengambil dan memeriksa 100 sampel darah sapi. Sampel darah sapi itu berasal dari Kecamatan Toapaya, Bintim, Gunung Kijang, Teluk Sebong, Binut, Seri Kuala Lobam dan Teluk Bintan. Ternak sapi yang telah diambil sampelnya, menjadi satu pertimbangan dalam mengeluarkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), untuk hewan kurban. ”Hingga Rabu (25/7) kemarin, tidak ditemukan kasus penyakit yang berbahaya pada ternak sapi,” tegasnya.(YUSFREYENDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here