Apri-Dalmasri Pusing Hadapi Lahan Tidur

0
560
DISKUSI: Bupati Bintan H Apri Sujadi dan Wabup Dalmasri Syam berdiskusi dengan DPRD Bintan serta OPD, untuk program pembangunan di tahun 2018 mendatang. F-Yendi/TANJUNGPINANG POS

Curhat Pemkab ke DPRD Bintan

BINTANBUYU – Bupati Bintan H Apri Sujadi dan Wabup H Dalmasri Syam pusing saat menghadapi kendala lahan tidur, untuk kelancaran pembangunan daerah dan pengembangan investasi.

Keluhan itu disampaikan pasangan kepala daerah, saat mengadakan coffee morning bersama DPRD Bintan dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Bandar Seri Bentan, Rabu (8/3) kemarin.

Bupati Bintan H Apri Sujadi menyampaikan, program yang dijalankan selama tahun 2016, sudah berjalan maksimal. Namun, untuk kelanjutan pembangunan 2017 dan 2018 mendatang, lahan yang menjadi hambatannya. Karena, sebagian besar lahan sudah dikaveling-kaveling oleh pengusaha.

Sedangkan di bagian timur Bintan, lahan mayoritas dikuasai PT Antam. Untuk di bagian tengah dan utara Bintan, lahan dikuasai oleh PT Surya Bangun Pertiwi (SBP) dan sedikit kawasan TNI AL. Lahan itu sebagian besar tidak dimanfaatkan, atau lahan tidur.

”10 atau 15 tahun ke depan, lahan mungkin jadi penghambat yang paling besar untuk pembangunan. Ini yang harus dipikirkan, dan dicari solusinya,” kata Apri Sujadi.

Sebagai alternatif pertama, lanjut H Apri Sujadi, Pemkab Bintan meningkatkan tarif PBB, terutama ditujukan untuk lahan tidur itu.

Kemudian, Pemkab Bintan akan berkoordinasi dengan pihak BPN, untuk mengantisipasi lahan yang sudah diberikan HGU atau HGB, tapi tidak digarap. Khusus lahan yang sudah disediakan untuk penanaman investasi, tapi tidak digarap, akan dicek izin prinsipnya.

”Kalau izin prinsip sudah diberikan lebih dari satu setengah tahun, tapi tidak dibangun, maka kita cabut izinnya. Sedangkan lahan tidur yang tidak digarap bertahun-tahun, itu pihak BPN yang eksekutornya. Ini yang akan kita kaji lagi,” tegas Apri Sujadi.

Untuk tahun 2018 mendatang, Apri-Dalmasri akan memfokuskan pembangunan terhadap sektor pariwisata seperti pembangunan pintu gerbang di Tanjunguban dan Km 16 Toapaya Selatan.

Pembangunan infrastruktur, pembangunan kawasan kota baru di pusat pemerintahan Bintan Buyu, bidang pendidikan, kesehatan, pengembangan investasi, pelayanan pemerintahan, pemuda dan olahraga, kebudayaan, bidang agama, sampai dengan penanganan banjir dan adipura serta pengembangan sektor kemaritiman.

”Pembangunan ke depan sesuai dengan misi Bintan Kita Bintan Gemilang. Kendala yang kita hadapi nanti, ya lahan. Khusus untuk di Bintan Timur, kita sudah bicara dengan pimpinan PT Antam pusat. Mereka setuju untuk membebaskan lahan,” kata Apri.

Program tersebut mendapat respon positif dari DPRD Bintan. Namun demikian, Anggota DPRD Bintan Muttaqin Yasir memberikan beberapa catatan.

Antara lain biaya pengurusan hak kepemilikan lahan yang seragam, pembangunan tempat pelelangan ikan serta pengawasan pendirian permukiman di kawasan hutan lindung.

Selain Wabup H Dalmasri Syam, forum coffee morning ini dihadiri Plt Sekda Bintan, Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo, Ketua BK Nesar Ahmad dan sejumlah anggota dewan. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here