Apri Terima Penghargaan dari Mendagri

0
285
Bupati Bintan H Apri Sujadi salah satu dari 10 kabuapten di Indonesia yang menerima pengargaan dari Mengdari di Hut Otonomi Daerah XXIII, Kamis (25/4). F-ISTIMEWA

Banyuwangi – Bupati Bintan H Apri Sujadi menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo kategori berkinerja terbaik secara nasional.

Penghargaan diserahkan usai upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) secara nasional., di Stadion Diponegoro Penganjuran, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (25/04/2019).

Pengahrgaan berdasarkan hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) Tahun 2018 terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Tahun 2017.

Pemkab Bintan menjadi salah satu dari 10 kabupaten yang dinilai berprestasi kinerja tertinggi secara nasional.

Hasil EKPPD Tahun 2018 terhadap LPPD Tahun 2017 ditetapkan dengan Kepmendagri No. 118-8840 Tahun 2018 tanggal 10 Januari 2018 tentang Peringkat dan Status Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Secara Nasional.

Hari Otonomi Daerah Ke-XXIII mengangkat tema “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang Lebih Baik Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang Kreatif dan Inovatif”.

Ditegaskan Tjahjo Kumolo, di era perkembangan otonomi daerah, posisi masyarakat hanya konsumen pelayanan publik.

Semua ASN di daerah harus mampu memberikan pelayanan publik yang lebih baik.

“Pemda harus dapat beradaptasi dengan kepentingan masyarakat. Kawal otonomi daerah agar diisi dengan kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dengan mendorong munculnya kemandirian dalam mengoptimalkan berbagai potensi yang ada, baik itu SDM maupun SDA,” tegas Tjahjo.

Ia mengatakan, terdapat tiga hal prinsip yang berubah secara drastis setelah diberlakukannya kebijakan desentralisasi dari otonomi daerah.

Pertama, otonomi daerah secara nyata telah mendorong budaya demokrasi di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Kedua, otonomi daerah telah mampu mengembangkan sistem berkumpul, berserikat serta mengemukakan pikiran secara terbuka bagi seluruh masyarakat.

“Dengan demikian, masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif untuk turut serta membangun daerahnya,” katanya.

Ketiga, desentralisasi yang telah berjalan selama ini maka berbagai kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat tidak lagi harus malalui proses yang panjang dan berbelit-belit, tetapi menjadi lebih efisien dan responsif.

“Melalui kebijakan desentralisasi pemerintah daerah telah diberikan kewenangan yang lebih luas dalam mengelola, menggarap potensi ekonomi yang ada di daerah. Berbagai aktifitas ekonomi di daerah dapat tumbuh dengan pesat,” ungkap Tjahjo.

Dalam kesempatan yang sama Kepmendagri tersebut menetapkan tiga provinsi yang juga menerima penghargaan. Diantaranya, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta 10 kabupaten dan 10 kota berprestasi kinerja tertinggi secara nasional. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here