April, Impor Migas Kepri Bengkak

0
372
PETI kemas di Pelabuhan Sribayintan Bintan digunakan untuk ekspor dan impor barang. f-suhardi/tanjungpinang pos

Nilai impor Kepri pada April 2018 membengkak terutama sektor migas yang mengalami kenaikan hingga 78,32 persen. Total nilai impor migas dan nonmigas Kepri April 2018 mencapai US$980,3 juta atau sekitar Rp13,72 triliun dengan kurs Rp 14.000 per dolar Amerika Serikat.

TANJUNGPINANG – ADAPUN impor Kepri terdiri dari migas sebesar US$136,55 juta atau sekitar Rp1,911 triliun dan impor nonmigas sebesar US$843,75 juta atau sekitar Rp11,8 triliun.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, nilai impor Kepri April 2018 mengalami kenaikan sebesar 8,61 persen dibanding Maret 2018. Kenaikan nilai impor tersebut disebabkan oleh kenaikan nilai impor sektor migas sebesar 78,23 persen dan sektor non migas sebesar 2,16 persen.

Peran impor terbesar di Provinsi Kepri pada April 2018 adalah hasil industri manufaktur dengan nilai impor sebesar US$829,68 juta atau sekitar Rp11,6 triliun dan memiliki peran 83,34 persen dari total nilai impor.

”Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2017 lalu, impor Provinsi Kepri mengalami kenaikan sebesar 50,05 persen yaitu dari US$653,33 juta atau sekitar Rp9,14 triliun menjadi US$980,3 juta,” ujar Rahmad Iswanto, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Kepri dalam pres rilis yang diterima redaksi koran ini.

Kenaikan nilai impor April 2018 dibanding April 2017 disebabkan oleh naiknya impor sektor non migas sebesar 70,30 persen. Total impor kumulatif bulan Januari-April 2018 Provinsi Kepri adalah sebesar US$3.728,87 juta atau sekitar Rp52,2 triliun.

Jika dibanding dengan total impor kumulatif Januari-April 2017 mengalami kenaikan sebesar 35,79 persen, yaitu dari US$2.746,00 juta atau sekitar Rp38,44 triliun menjadi US$3.728,87 juta.

Naiknya nilai impor Januari-April 2018 dibandingkan periode yang sama tahun lalu disebabkan oleh naiknya impor kumulatif komoditas nonmigas sebesar 54,17 persen.

Nilai impor nonmigas menurut golongan barang HS 2 digit golongan barang impor nonmigas (HS 2 digit) utama Provinsi Kepri yang memiliki nilai impor terbesar selama Januari-April 2018 adalah mesin/peralatan listrik (HS 85), yaitu sebesar US$1.187,09 juta atau 37,37 persen dari total impor nonmigas.

Golongan barang impor nonmigas Provinsi Kepri berikutnya yang mempunyai peran cukup besar adalah golongan barang mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) dengan nilai US$387,90 juta dengan peranannya sebesar 12,21 persen; benda-benda dari besi dan baja (HS 73) dengan nilai US$265,26 juta (8,35 persen).

Plastik dan barang dari plastik (HS 39) dengan nilai US$199,12 juta (6,27 persen); besi dan baja (HS 72) dengan nilai US$183,38 juta (5,77 persen); kapal laut (HS 89) dengan nilai US$171,10 juta (5,39 persen).

Alumunium (HS 76) dengan nilai US$61,54 juta (1,94 persen); kokoa/coklat (HS 18) dengan nilai US$54,78 juta (1,72 persen); minyak atsiri, kosmetik wangi-wangian (HS 33) dengan nilai US$54,46 juta (1,71 persen); dan perangkat optik (HS 90) dengan nilai US$51,11 juta (1,61 persen).

Nilai impor menurut negara asal utama impor Provinsi Kepri April 2018 yang terbesar berasal dari Singapura yang mencapai nilai US$310,61 juta dengan peranan sebesar 31,69 persen.

Impor dari negara Singapura pada bulan April 2018 mengalami penurunan sebesar 4,69 persen dibanding nilai impor bulan sebelumnya. Impor dari Singapura pada April 2018 mengalami kenaikan dibanding keadaan April 2017, yaitu sebesar 25,76 persen.

Negara-negara pemasok barang impor ke Provinsi Kepri lainnya bulan April 2018 yang mempunyai peran cukup besar antara lain: Tiongkok dengan nilai impor sebesar US$218,55 juta; Jepang sebesar US$70,61 juta; Malaysia sebesar US$69,59 juta; Amerika Serikat sebesar US$63,82 juta.

Perancis sebesar US$40,45 juta; Jerman sebesar US$32,22 juta; Korea Selatan sebesar US$31,61 juta; Inggris sebesar US$10,58 juta; dan Belanda sebesar US$4,33 juta.

Impor Provinsi Kepulauan Riau selama bulan Januari-April 2018 dengan nilai terbesar dari negara Singapura yaitu mencapai US$1.213,67 juta dengan peranan sebesar 32,55 persen.

Impor dari Singapura pada Januari-April 2018 mengalami kenaikan dibanding keadaan Januari-April 2017, yaitu sebesar 4,44 persen.

Impor kumulatif Provinsi Kepri Januari-April 2018 jika dibanding Januari-April 2017 yang mengalami kenaikan adalah yang berasal dari negara Amerika Serikat (166,11 persen); Inggris (97,25 persen); Belanda (80,21 persen); Tiongkok (74,11 persen); Perancis (67,04 persen); Korea Selatan (29,85 persen); Jerman (16,85 persen); Singapura (4,44 persen); dan Malaysia (2,55 persen).

Nilai impor menurut pelabuhan utama di Provinsi Kepri April 2018, nilai impor terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar yaitu dengan nilai impor US$518,35 juta. Nilai impor tersebut mengalami kenaikan 5,03 persen dibanding Maret 2018. Begitu juga ketika dibandingkan dengan April 2017, nilai impor Provinsi Kepri mengalami kenaikan sebesar 121,00 persen.

Total nilai impor Januari-April 2018 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar yaitu sebesar US$1.825,62 juta; terbesar kedua sampai kelima berturut-turut adalah Pelabuhan Sekupang US$881,88 juta; Pelabuhan Tanjung Balai Karimun US$407,64 juta; Pelabuhan Tanjung Uban US$324,24 juta; dan Pulau Sambu US$139,64 juta.

Jika dibanding dengan total impor Januari- April 2017, nilai impor di Pelabuhan Batu Ampar naik 101,80 persen; Pelabuhan Pulau Sambu naik sebesar 58,48 persen; Pelabuhan Sekupang naik sebesar 35,68 persen; dan Pelabuhan Tanjunguban naik sebesar 4,46 persen.(MARTUNAS-SUHARDI)

Ekspor Impor Kepri Januari-April 2017-2018 :
Nilai Ekspor Jan-April 2018 Rp57 triliun
Nilai Impor Jan-April 2018 Rp52,2 triliun
Nilai Ekspor Jan-April 2017 Rp 56,7 triliun
Nilai Impor Jan-April 2017 Rp38,44 triliun
Nilai ekspor April 2018 Rp14,2 triliun
Nilai Ekspor Maret 2018 Rp12,7 triliun
Nilai Impor Migas April 2018 Rp1,911 triliun
Nilai Impor Nonmigas April 2018 Rp11,8 triliun

Sumber : BPS Provinsi Kepri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here